Daftar Perusahaan Startup yang PHK Karyawannya Karena Diduga Ketergantungan Bakar Duit

Banyak perusahana startup atau rintisan melakukan PHK pada karyawannya untuk efisiansi anggaran. Berikut ini daftar perusahaan startup yang PH

Editor: Mega Nugraha
SHUTTERSTOCK
ilustrasi startup 

Peneliti ekonomi digital dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda menyebut, ketergantunan pendaraan membuat startup jadi kesulitan dapat modal baru.

"Makanya mereka biasanya melakukan lay-off (PHK) kepada karyawannya untuk menghemat budget," kata dia, kepada Kompas.com, Minggu (29/5/2022).

Dia menyebut, selama ini, perusahaan startup bergerak dengan model bisnis yang disebut bakar duit atau mengeluarkan modal terus menerus dari investor.

Tujuannya, tentu saja menggaet pengguna hingga menguasai pasar potensial.

"Ini menjadikan mereka masih ketergantungan dari pendanaan dari VC (venture capital) atau sumber pendanaan lainnya," ujarnya.

Namun, bergantung pada modal investor di situasi ekonomi global saat ini juga bukan jadi jaminan. Ia khawatir pendanaan pada perusahaan startup rintisan makin minim.

"Saya khawatir kalau semakin sedikit pendanaan, kemudian startup semakin banyak dan eksponensial, bisa terjadi bubble," tuturnya.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira menambahkan, kondisi ekonomi global saat ini dibayangi ketidakpastian sehingga investor selektif menempatkan dana.

"Investor menghindari pembelian saham startup yang persepsi risikonya tinggi, terlebih ada kenaikan inflasi dan suku bunga di berbagai negara," katanya.

Karena itu, Bhima menekankan, startup harus melakukan perombakan strategi dan tidak lagi berkegantungan terhadap pendanaan apabila ingin berhasil melewati kondisi perekonomian saat ini.

"Utamakan revenue stream dan kualitas cashflow karena hal itu yang dilirik investor saat ini," ucapnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dari LinkAja hingga Zenius, Inilah Deretan Perusahaan Start-up yang PHK Karyawannya", Klik untuk baca:

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved