Kunjungan Wisata Ke Kabupaten Bandung Trennya Terus Meningkat, Wilayah Selatan Jadi Idola

Wisatawan mulai berdatangan ke Kabupaten Bandung. Tingkat kunjungan wisatawan terus meningkat.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: taufik ismail
TRIBUNJABAR.ID/LUTFI AHMAD MAULUDIN
Meski udara dingin dan hujan turun, pengunjug tetap ramai datangi Kawah Putih di Rancabali, Kabupaten Bandung, Minggu (15/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tren kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bandung terus meningkat, dimulai setelah lebaran Indulfitri 2022 seiring melandainya kasus Covid-19.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Bandung, Wawan A Ridwan, peningkatan kunjungan wisata terasa setelah diperbolehkannya tempat wisata dibuka.

"Artinya bukan diperbolehkan secara leluasa, tapi tetap kami mengacu PPKM level 2. Jadi pemahamannya, prokesnya harus tetap dilakukan baik oleh pelaku usaha wisata atau masyarakat yang berkunjung," ujar Wawan, saat dihubungi tribun jabar, Minggu (29/5/2022).

Wawan mengatakan,  ada geliat kunjungan wisata ke daerah Kabupaten Bandung, khususnya ke wilayah selatan.

Peningkatan kunjungan terjadi walaupun itu bukan libur panjang, tapi weekand biasa. 

"Gairah pelaku industri wisata juga sudah mulai bermunculan, walaupun skalanya tingkat desa atau skala kecil. Tapi ini baik untuk pertumbuhan ekonomi secara mikro," kata Wawan.

Mudah-mudahan, kata Wawan, perekonomian khususnya di Kabupaten Bandung, sektor pariwisata bisa menjadi stabil kembali.

"Menjadi normal lagi, tidak seperti saat menghadapi Covid- 19," ucap dia.

Walaupun, menurut Wawan, tingkat kunjungan belum menyamai saat sebelum Covid-19, tapi ini masih dalam posisi terus merangkak naik. 

"Untuk mencapai tingkat kunjungan sebelum tahun 2019 belum, tapi tren kunjungan wisatawan sudah terasa naik. Untuk bisa mencapai kunjungan wisatawan, seperti sebelum adanya Covid-19 kira-kira sekitar 30-20 persen," tuturnya.

Wawan mengatakan, saat libur lebaran 2022, kunjungan wisata itu sudah mencapai 50 persen lebih dan terus naik, apalagi tren kasus Covid-19 sudah menurun. 

"Nanti kami hitung lagi, batas normal kunjungan wisata 3,2 juta per tahun, apakah bisa tercapai atau tidak, itu masih perlu dihitung," ucapnya.

Wawan mengatakan, yang menjadi magnet di Kabupaten Bandung, tetap di wilayah selatan karena wilayah selatan ini tumbuh berkembang dan menjamur usaha pariwisata.

"Selain itu, didukung oleh kondisi faktor alam yang indah, bagus, sejuk, termasuk kreatifitas pelaku usaha wisata yang menciptakan tempat wisata baru, itu semakin menarik masyarakat," ucapnya.

Baca juga: 200 Tempat Wisata Baru Muncul di Kabupaten Bandung, Terbanyak Desa Wisata

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved