Terlibat Bentrokan, Polresta Cirebon Bekuk Anggota Geng Motor yang Lukai Korban dengan Senjata Tajam

Polresta Cirebon membekuk anggota geng motor yang terlibat bentrokan dan mengakibatkan korban luka-luka. Kapolresta Cirebon Kombes Pol Arif Budiman

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNCIREBON.COM/AHMAD IMAM BAEHAQI
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, beserta jajarannya menunjukkan sejumlah barang bukti dalam konferensi pers bentrokan geng motor di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (27/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi


TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Petugas Polresta Cirebon membekuk anggota geng motor yang terlibat bentrokan dan mengakibatkan korban luka-luka.


Kapolresta Cirebon Kombes Pol Arif Budiman, mengatakan, anggota geng motor itu berinisial TD dan tercatat sebagai warga Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon.


Menurut dia, TD yang merupakan anggota geng motor XTC terlibat bentrokan dengan kelompok Moonraker pada malam Tahun Baru 2022.


"TD merupakan tersangka yang baru diamankan setelah hasil pengembangan kasus tersebut," ujar Arif Budiman saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Jumat (27/5/2022).


Ia mengatakan, dalam bentrokan itu TD membacok korban menggunakan celurit sepanjang kira-kira 30 cm sehingga mengalami luka robek di punggungnya.


Saat itu, TD bersama rekannya tengah nongkrong kemudian kelompok korban melintas sambil menggeber-geber knalpot sepeda motornya.


Tersangka yang merasa emosi pun mengejarnya dan korban yang kebetulan sepeda motornya mogok pun dianiaya tanpa ampun menggunakan celurit.


"Tersangka dan kelompoknya beberapa kali terlibat bentrokan maupun berbuat onar, sehingga meresahkan masyarakat," kata Arif Budiman.


Pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya, celurit yang digunakan untuk menganiaya korban, jaket XTC, dan lainnya.


Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, TD dijerat Pasal 170 KUHP juncto UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan diancam hukuman maksimal tujuh tahun penjara.


"Kami berkomitmen tidak akan segan menindak tegas geng motor maupun kelompok pemuda yang mengganggu kamtibmas di Kabupaten Cirebon," ujar Arif Budiman. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved