Bertemu Puan, Presiden UNGA Nyatakan Dukungannya akan Peran Perempuan di Bidang Politik

Ketua DPR RI Puan Maharani bertemu dengan Presiden Majelis Umum PBB Abdullah Shahid di sela-sela acara GPDRR 2022.

Penulis: DNA | Editor: APS
Dok. Humas DPR RI
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Puan Maharani melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Abdulla Shahid di sela-sela acara GPDRR 2022 yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Kamis (26/5/2022). 

TRIBUNJABAR.ID - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Puan Maharani bertemu dengan Presiden United Nations General Assembly (UNGA) atau Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Abdullah Shahid di sela-sela acara The 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022.

Pada pertemuan tersebut, Abdullah Shahid menyampaikan dukungannya terhadap peran perempuan di bidang politik.

“Saya mendukung agar perempuan berperan di bidang politik dan terlibat dalam pengambilan keputusan, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya dalam pertemuan bilateral dengan Puan yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Kamis (26/5/2022).

Tak hanya itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Maladewa ini juga mendukung perempuan sebagai pimpinan tertinggi dalam organisasi-organisasi publik.

Abdullah pun menyinggung belum pernah ada Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB yang datang dari kaum perempuan.

“Dan hanya empat Presiden Majelis Umum PBB yang perempuan selama 76 tahun PBB berdiri. Maka saya berharap dan mendukung agar Sekjen PBB berikutnya adalah perempuan,” ucap tokoh dunia yang pernah menjadi Ketua Parlemen Maladewa tersebut.

Menanggapi pernyataan itu, Puan pun memberi tanggapan positif terhadap dukungan dari Abdullah Shahid.

Menurut mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) itu, kini sudah saatnya perempuan punya peran lebih dalam bidang politik.

“Dan juga memegang posisi tinggi jabatan publik, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ungkap Puan.

Kepada Presiden Majelis Umum PBB, ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki komitmen yang kuat terhadap pemberdayaaan perempuan dan kesetaraan gender.

Puan menyatakan, sudah banyak kaum perempuan di Indonesia yang memegang jabatan publik tinggi.

“Indonesia telah memiliki presiden perempuan, menteri koordinator perempuan, menteri-menteri perempuan, anggota parlemen perempuan, gubernur, wali kota, dan bupati perempuan,” urainya.

“Saya merupakan perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPR RI termuda dalam sejarah Indonesia,” lanjut Puan.

Aturan 30 persen anggota perempuan

Pada kesempatan itu, Puan juga menyinggung soal Indonesia yang mengadopsi aturan kuota 30 persen bagi anggota perempuan di lembaga perwakilan rakyat.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved