Ternyata 'Crazy Rich Grobogan' Joko Suranto Bangun Jalan di Cilengkrang Kabupaten Bandung

'Crazy Rich Grobogan' Joko Suranto sempat membangun jalan pula di wilayah Cilengkrang, Kabupaten Bandung, tepatnya di Desa Melatiwangi.

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (DPD REI) Jawa Barat, Joko Suranto saat wawancara khusus dengan wartawan senior Tribun Jabar, Machmud Mubarok, di Jalan Cilaki, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (21/4/2022). Crazy rich asal Grobogan, Jawa Tengah, ini belakangan viral di media sosial setelah berinisiatif membangun jalan di kampung halamannya yang rusak dengan menggunakan uang pribadi sebesar Rp 2,8 miliar. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Nama Joko Suranto menjadi terkenal dengan sebutan 'Crazy Rich' setelah viral membangun jalan di wilayah kampung halamannya di Grobogan, Jawa Tengah.

Ternyata, pria yang juga Ketua Real Estate Indonesia (REI) Jabar ini sudah banyak membangun jalan di wilayah Jawa Barat, seperti Kabupaten Bandung (Cicalengka) dan Kabupaten Subang.

Kini, informasi terbaru bahwa Joko Suranto sempat membangun jalan pula di wilayah Cilengkrang, Kabupaten Bandung, tepatnya di Desa Melatiwangi.

Baca juga: Crazy Rich Grobogan Sekaligus Ketua REI Jabar Joko Suranto Bangun Jalan Juga di Dua Wilayah di Jabar

Pemilik Buana Kassiti Group ini pun mengaku sempat lupa terkait pembangunan jalan di Cilengkrang itu.

"Saya lupa sih, tapi sempat diingatkan oleh tim teknik saya dan pembangunan jalan di sana (Cilengkrang) itu kira-kira habiskan anggaran Rp 500 juta untuk 500 meter dan memakan waktu tiga minggu," katanya, beberapa waktu lalu di kantornya Buana Kassiti.

Dia menyebut, untuk pembangunan di Jalan Cilengkrang membutuhkan waktu cukup lama lantaran teknologinya belum secanggih saat ini. Secara teori, katanya, pembangunan jalan itu cukup sulit.

"Pembangunannya itu delapan tahun lalu. Tapi, kondisi jalan di sana masih terawat baik. Jalannya itu cor beton," katanya sambil mengisahkan dahulu dia sempat melalui jalan itu dengan kondisi rusak dan mengkhawatirkan.

Pembangunan jalan di Cilengkrang itu pun, Joko menyebut, menemui dinamika dalam prosesnya, seperti membuat arus kendaraan menjadi satu lajur dikarenakan pengerjaan cor jalan yang tak bisa sekaligus dikerjakan.

Baca juga: Joko Suranto Tak Kuasa Membendung Tangis, Disambut Meriah Ribuan Warga Grobogan saat Pulang Kampung

"Saat itu harus dibatasi dahulu jalurnya karena pembangunan cor tak seperti aspal, yang sebelahnya harus kami tutup dahulu, kemudian karena jalan sempit jadi sempat ada insiden penolakan dan protes dari sebagian warga akibat lajur harus dipotong sebelah," katanya.

"Alhamdulillah jalan itu di 2014 bisa terbangun. Saya masih ingat ada pro kontranya. Tapi, ya akhirnya yang kontra ikut menikmati juga jalan tersebut," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved