Cerita Nelayan Garut Berenang di Laut saat Gelombang Tinggi Saat Gelap Gulita lalu Selamat

Tewasnya nelayan di Garut bernama Ade (52) saat gelombang tinggi meninggalkan cerita tak terlupakan bagi Nanaz Nazmudin yang selamat berenang di laut

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Mega Nugraha
Tim SAR gabungan saat sedang menyisir lokasi dalam pencarian satu nelayan yang hilang di pantai selatan Garut, Selasa (24/5/2022). (Dok. Pos SAR Tasikmalaya) 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT- Kasus tewasnya nelayan di Garut bernama Ade (52) karena gelombang tinggi pad Selasa (4/5/2022), meninggalkan cerita tak terlupakan bagi Nanaz Nazmudin (26) yang selamat.

Saat itu, Ade bersama Nanaz dan Agus menggunakan kapal tongkang untuk mencari ikan. Namun saat dini hari, datang gelombang tinggi.

Kapal tongkang yang ditumpangi mereka dihantam gelombang tinggi sehingga terbalik. Ketiganya pun jadi korban. Ade sebagai juru mudi meninggal. Agus masih hilang. Sedangkan Nanaz, selamat setelah berenang saat gelombang tinggi menepi ke daratan.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan seputaran Pantai Santolo arah Curugan pada Selasa (24/5/2022) pukul 03.00 WIB.

Nanaz Nazmudin (26) merupakan warga Kampung Mancagahar, Desa Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut.

Baca juga: Sudah Arungi Laut Sejak Usia 13 Tahun, Nelayan Senior Garut itu Berpulang Dihantam Gelombang Tinggi

Setelah kapal yang ditumpanginya tergulung ombak, Nanaz berusaha menyelamatkan diri ke bibir pantai dengan cara berenang di laut sedang gelombang tinggi dan gelap gulita.

Dengan kondisi ombak yang ganas karena gelombang tinggi serta kegelapan malam, dirinya sempat tergulung ombak hingga beberapa kali. Jarak dari titik kapal tongkang terbalik hingge ke pantai sekira kurang dari 1 km.

"Dia berenang, sempat tergulung ombak hingga lima kali," ujar aktivis aktivis lingkungan Forum Pengurangan Risiko Bencana Garut Selatan, Ipi Mupliana kepada Tribunjabar.id.

Menurutnya Nanaz sempat berteriak-teriak meminta pertolongan warga di pesisir kawasan Karang Pulo Santolo.

Usahanya itu akhirnya membuahkan hasil, warga Karang Pulo akhirnya mendengar teriakan korban lalu menyelamatkannya. Dengan jarak sekira 2 km, Nanaz berenang dan saat sekira 100 meter, dia melihat daratan dan berteriak.

"Ditolonglah oleh warga Pulo, itu sekitar jam empat subuh, jarak antara TKP dengan bibir pantai itu kurang lebih 100 meteran," ucapnya.

Kondisi Nanaz saat ini sudah berada di kediamannya, Ipi menjelaskan korban mengalami trauma dengan kejadian maut yang menimpanya.

Sang jurumudi yang juga pemilik dari Kapal Nelayan KM Abah Jaya yakni Ade Jamidin sudah dimakamkan pada Selasa siang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved