Memperingati Mayday Tahun 2022, BPJS Ketenagakerjaan Bandung Lodaya Berikan 75 Paket Sembako

Bupati Bandung, Dadang Supriatna didampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Rukmana, menghadiri Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Gedu

Memperingati Mayday Tahun 2022, BPJS Ketenagakerjaan Bandung Lodaya Berikan 75 Paket Sembako dan Santunan JKK-JKM 

TRIBUNJABAR.ID, Soreang, 21 Mei 2022 - Bupati Bandung, Dadang Supriatna didampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Rukmana, menghadiri Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Gedung Moch Toha Soreang.

Dalam sambutannya, Bupati mendorong agar para buruh di Kabupaten Bandung betul-betul mampu berkarya, berdaya dan cerdas sesuai dengan visi Kabupaten Bandung, Bedas.

Memperingati Mayday Tahun 2022, BPJS Ketenagakerjaan Bandung Lodaya Berikan 75 Paket Sembako dan Santunan JKK-JKM  2
Memperingati Mayday Tahun 2022, BPJS Ketenagakerjaan Bandung Lodaya Berikan 75 Paket Sembako dan Santunan JKK-JKM 2 ()

"Para buruh harus Bedas berdaya untuk kemajuan Kabupaten Bandung. Karena visi kita terwujudnya Kabupaten Bandung yang bangkit, edukatif, dinamis, agamis dan sejahtera (Bedas)," kata sosok yang kerap disapa Kang DS tersebut.

Dia menegaskan, peran buruh sangat penting dalam merealisasikan banyak program pembangunan di Kabupaten Bandung. Tanpa kerja sama dengan para buruh, Bupati Bandung meyakini semua program tidak akan berjalan.

Memperingati Mayday Tahun 2022, BPJS Ketenagakerjaan Bandung Lodaya Berikan 75 Paket Sembako dan Santunan JKK-JKM  3
Memperingati Mayday Tahun 2022, BPJS Ketenagakerjaan Bandung Lodaya Berikan 75 Paket Sembako dan Santunan JKK-JKM 3 ()

"Salah satu bukti bahwa kita berkerjasama dengan para buruh dan pengusaha. Pada tahun 2021 lalu, dalam kondisi pandemi Covid-19 yang sangat berat, saat itu dengan adanya kebersamaan, dan kekompakan alhamdulillah laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bandung meningkat 6 persen. Yang asalnya minus -1,80 persen, menjadi 3,58 persen. Selain itu  angka pengangguran di Kabupaten Bandung semakin berkurang," tuturnya.

Logikanya, lanjut Dadang Supriatna, dalam kondisi pandemi Covid-19, angka pengangguran seharusnya bertambah. "Tetapi pada saat kemarin terbukti, bahwa yang asalnya 8,52 persen menurun menjadi 8,32 persen. Ini salah satu bukti antara pemerintah daerah ada komunikasi dan kerjasama dengan para buruh maupun dengan para pengusaha," ujarnya.

"Dengan adanya kenaikan UMK dan segala hal lainnya, semua bisa dibicarakan dan dikomunikasikan. Kenapa, jangan sampai menghambat produksi di perusahaan tempat para buruh bekerja. Karena kalau menghambat produksi, akan merugikan kita semua," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Bandung juga memberikan kesempatan dan kemudahan kepada berbagai pihak untuk berinvestasi di Kabupaten Bandung melalui kemudahan dalam proses perijinan.

"Investasi dan perijinan kita permudah. Yang ada perijinannya berat atau ada amdalnya, paling maksimal selama 90 hari harus sudah selesai. Yang ringan, selama 40 hari sampai 50 hari selesai," ucapnya.

Artinya, lanjut Bupati Bandung, tidak perlu menunggu waktu lama. "Kenapa, karena kalau menunggu lama, saya khawatir investor lari. Larinya investor tidak ada pengembangan," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved