Geng Motor yang Menyerang Petani di Indramayu Sambil Direkam Video, Ngaku ke Polisi Salah Sasaran

Polisi telah menyelidiki kasus penyerangan petani yang dilakukan oleh geng motor di Jalan Raya Sukra Kabupaten Indramayu. Lima pelaku geng motor

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNCIREBON.COM/HANDHIKA RAHMAN
Para remaja anggota geng motor saat diamankan polisi di Mapolres Indramayu, Senin (23/5/2022) malam. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Polisi telah menyelidiki kasus penyerangan petani yang dilakukan oleh geng motor di Jalan Raya Sukra Kabupaten Indramayu.

Lima orang pelaku geng motor yang usianya masih remaja pun kini sudah ditangkap polisi pada Senin (23/5/2022) sekitar pukul 23.00 WIB.

Masing-masing adalah DBS (20), MAS (17) yang merupakan warga Kecamatan Kandanghaur.

Serta AP (19), ALF (15), dan MY (18), ketiganya merupakan warga Kecamatan Sukra.

"Kami tegaskan kembali, tidak ada tempat untuk para geng motor di Kabupaten Indramayu," ujar Kapolres Indramayu, AKBP M Lukman Syarif melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Fitran Romajimah kepada Tribuncirebon.com, Selasa (24/5/2022).

AKP Fitran Romajimah menyampaikan, dari hasil pemeriksaan, pelaku ini rupanya sengaja merekam aksi penganiayaan yang mereka lakukan dengan menggunakan gadget.

Adapun, menurut pengakuan pelaku AP, kejadian itu berawal setelah sebelumnya ia melakukan penganiayaan terhadap salah seorang pelajar YDM Kabupaten Subang yang tidak dikenali identitasnya.

Alasan pelaku pembacok pelajar itu karena saling ejek di media sosial.

Pelaku AP ini kemudian meminta bantuan 4 orang rekannya yang lain untuk melakukan tawuran.

Hanya saja, saat kejadian, mereka justru membacok Samad (41), seorang petani yang pada saat itu tengah berada di Jalan Raya Sukra Indramayu.

Insiden pembacokan tersebut terjadi pada Sabtu (21/5/2022) sekitar pukul 18.30 WIB.

Menurut keterangan pelaku DBS, ia membacok tangan kiri korban dengan menggunakan celurit sebanyak satu kali.

"Alasan yang bersangkutan membacok korban dikira korban adalah kelompok pelajar YDM Kabupaten Subang," ujar dia.

 

Baca juga: Bikin Resah, Anggota Geng Motor yang Sabet Petani di Indramayu Ditangkap, Ada yang Masih 15 Tahun

Disampaikan AKP Fitran Romajimah, untuk peran MAS, pelaku mengaku ikut serta karena ajakan temannya. Ia pun turut membawa senjata celurit namun tidak ikut melakukan pembacokan.

Sedangkan pelaku ALF, berperan merekam aksi penganiayaan melalui gadget dan pelaku MY berperan menyiapkan senjata.

"Pelaku sudah berada di Mapolres Indramayu untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved