Ayah Korban Rudapaksa di SRAGEN Ditawari Rp 500.000 oleh Anggota DPRD agar Kasus Ditutup

Orang tua korban berkali-kali mendapat tekanan dan ancaman. Dirinya pernah ditawari uang Rp 500.000 oleh politisi agar kasus tersebut ditutup.

SHUTTERSTOCK
ilustrasi rudapaksa terhadap gadis 

TRIBUNJABAR.ID - Pontang panting upayakan keadilan untuk sang anak, seorang ayah di Kecamatan Sukodono, Sragen, Jawa Tengah, dapat tekanan hingga ancaman.

Hati D, seorang pria di Sragen, hancur ketika sang anak, W (11) menjadi korban rudapaksa.

W yang kala itu masih 9 tahun diduga dirudapaksa oleh guru silat.

Peristiwa pilu tersebut terjadi pada 2020 lalu, namun hingga saat ini polisi bahkan belum menetapkan tersangka. Kasus tersebut mangkrak.

Baca juga: PILU Korban Rudapaksa di SRAGEN, Tak Dapat Perlindungan, 2 Tahun Jadi Korban Bully, Dikatai:Enak To?

Sementara, terduga pelaku masih tinggal satu R dengan keluarga korban, bahkan masih bebas beraktivitas.

Politisi Tawari Rp 500.000 untuk Tutup Kasus

D mengatakan, dirinya berkali-kali mendapat tekanan dan ancaman selama jatuh bangun memperjuangkan keadilan untuk sang anak.

Dirinya pernah ditawari uang Rp 500.000 oleh politisi agar kasus tersebut ditutup.

Oknum politisi tersebut diketahui merupakan anggota DPRD Sragen.

"Saya mencari keadilan dimana pun. Sampai saya ditawari uang oknum politisi untuk menutup kasus dengan uang nominal Rp 500.000," kata D, Sabtu (14/5/2022).

Ia bercerita jika pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti berupa pakaian dalam dengan bercak darah serta bekas sperma pelaku.

Namun ia mengaku disuruh mencuci barang bukti pakaian dalam tersebut oleh pihak kepolisian.

"Sampai sekarang masih menjadi pertanyakan, yang ke mana barang bukti itu (bercak darah dan bekas sperma) sampai sekarang. Hingga sampai, saat disuruh untuk mencuci alat bukti di hadapan petugas para polisi dan Inafis, itu celana dalam," jelas dia.

Hal senada disampaikan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Saron Solo yang mendampingi keluarga korban.

Halaman
1234
Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved