Anak Bandung Dibuang di Banyumas

Lanjutan Kasus Anak Bandung Dibuang di Banyumas, Besok Kolonel Inf Priyanto Sampaikan Duplik

Oditur Militer Tinggi Kolonel Sus Wirdel Boy mengatakan agenda sidang besok adalah duplik atau jawaban dari pihak Priyanto atas replik yang dibacakan

Editor: Ravianto
Tribunnews.com/ Gita Irawan
Terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana terkait kecelakaan di Nagreg Jawa Barat, Kolonel Inf Priyanto dalam sidang dengan agenda pembacaan nota pembelaan di Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta pada Selasa (10/5/2022).(Tribunnews.com/ Gita Irawan) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Sidang lanjutan terdakwa kasus anak Bandung dibuang di Banyumas atau kasus dugaan pembunuhan berencana terkait kecelakaan di Nagreg, Jawa Barat, Kolonel Inf Priyanto, dijadwalkan digelar di Pengadilan Tinggi Militer II Jakarta, Selasa (24/5/2022) besok.

Dua korban meninggal dalam kasus tabrakan berujung pembuangan ini adalah Handi Saputra dan Salsabila ke Sungai Serayu.

Oditur Militer Tinggi Kolonel Sus Wirdel Boy mengatakan agenda sidang besok adalah duplik atau jawaban dari pihak Priyanto atas replik yang dibacakan pihak Oditur Militer Tinggi dalam sidang sebelumnya.

Terkait waktu sidang, Wirdel mengatakan menyesuaikan dengan jadwal majelis hakim militer tinggi.

"(Agenda sidang) Duplik. (Waktunya) menyesuaikan dengan jadwal majelis hakim," kata Wirdel saat dihubungi Tribunnews.com pada Senin (23/5/2022).

Dalam sidang sebelumnya, Ketua Majelis Hakim Militer Tinggi Brigjen TNI Faridah Faisal mengatakan sidang perkara tersebut akan ditunda hingga Selasa (23/5/2022).

"Untuk memberikan kesempatan kepada tim penasehat hukum terdakwa menanggapi replik dari Oditur Militer atau menyusun duplik, sidang akan dilaksanakan Selasa tanggal 24 Mei 2022. Sidang ditunda," kata Faridah.

Baca juga: Kuasa Hukum Kolonel Inf Priyanto Tegaskan Handi dan Salsabila Sudah Meninggal saat Dibuang ke Sungai

Dalam sidang tersebut, Wirdel menunjukkan inkonsitensi pernyataan dan kesimpulan dalam nota pembelaan yang disampaikan tim penasehat hukum Priyanto.

Wirdel mengatakan setelah membaca dan meneliti nota pembelaan diajukan tim penasehat hukum terdakwa dalam, dapat disimpulkan nota pembelaan terdakwa disusun secara kurang hati-hati karena terdapat pernyataan dan kesimpulan yang tidak konsisten.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved