Kenaikan Biaya Konstruksi Pengaruhi Harga Pasar Apartemen? Ini Kata Pengusaha Properti

Pengusaha properti menyatakan adanya kenaikan biaya konstruksi diprediksi akan mempengaruhi tapi tak akan mematikan pasar apartemen

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Siti Fatimah
ilustrasi 

Menurut Iwan Sunito, Australia masih mengalami housing shortage, sementara pertumbuhan penduduk Australia semakin bertambah.

Baca juga: Bandung Masih Jadi Pasar Potensial Industri Properti

Saat ini jumlah penduduk Australia adalah 26.063.139 jiwa dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 1 persen setiap tahunnya.

Sementara dampak penutupan perbatasan internasional terkait pandemi Covid-19 mengakibatkan penurunan jumlah migrasi selama enam kuartal secara berturut-turut.

Pertumbuhan penduduk selama 12 bulan terakhir sepenuhnya disebabkan oleh peningkatan alami (penambahan 136.200 jiwa), sementara migrasi dari luar negeri negatif (berkurang 67.300 jiwa) selama periode tersebut. 

Iwan Sunito menyebutkan bahwa pembeli potensial telah memperkirakan kenaikan tarif untuk beberapa waktu dan telah mengantisipasinya dengan memiliki tabungan tambahan, dikarenakan pandemi dan pengetatan ikat pinggang.

Diperkirakan bahwa rumah tangga Australia berhasil menghemat sekitar Rp1.400 triliun selama pandemi Covid-19.

“Pasokan hunian yang terbatas dan peningkatan jumlah pembeli berarti banyak konsumen yang tidak sanggup memiliki rumah tapak dan  unit apartemen adalah pilihan yang lebih terjangkau. Saya meyakini skenario ini hanya akan semakin parah dalam dua tahun ke depan dimana akan lebih banyak unit apartemen yang akan terjual dibandingkan rumah tapak,” katanya. 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved