Kenaikan Biaya Konstruksi Pengaruhi Harga Pasar Apartemen? Ini Kata Pengusaha Properti

Pengusaha properti menyatakan adanya kenaikan biaya konstruksi diprediksi akan mempengaruhi tapi tak akan mematikan pasar apartemen

Penulis: Kemal Setia Permana | Editor: Siti Fatimah
ilustrasi 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG-  Keterbatasan bahan baku dan tenaga kerja yang terjadi pasca-pandemi akan memaksa harga bahan baku konstruksi naik. Namun hal ini diperkirakan tidak akan memengaruhi pasar konstruksi apartemen.

Alih-alih, investor kembali ke pasar karena saat ini terjadi peningkatan harga sewa unit apartemen

Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito, mengatakan bahwa saat ini terjadi kenaikan suku bunga baru-baru ini oleh Bank Sentral Australia pada awal bulan Mei.

Baca juga: Sempat Turun Akibat Pandemi Covid-19 Penjualan Properti Naik Lagi, Prolov Dapat Menjual di Angka Ini

Menurut Iwan Sunitor, konsumen harus bersiap menghadapi kenaikan harga apartemen secara progresif selama beberapa tahun ke depan sementara keterbatasan pasokan bahan baku dan kekurangan tenaga kerja tetap terjadi. 

"Kami melihat peningkatan persentase dua digit dalam biaya pembangunan apartemen baru setiap tahun di masa mendatang,” kata Sunito dalam keterangan yang diterima Tribun Jabar, Senin (23/05/2022).

Sunito menambahkan bahwa saat ini investor kembali ke pasar karena harga sewa meningkat yang memungkinkan mereka mengimbangi kenaikan suku bunga melalui kenaikan harga sewa.

Hal ini membuat ketersediaan unit apartemen ‘off the plan’ dan apartemen yang sudah selesai dibangun  semakin berkurang dari hari ke hari.

Baca juga: Berbagi Rejeki Lebih, Ratusan Anak Yatim Terima Santunan dari Badan usaha Properti

"Ini merupakan tanda bahwa owners-occupiers dan investor sangat aktif di pasar saat ini,” ujarnya.

Iwan Sunito menyebutkan bahwa sangat masuk akal jika konsumen terlihat bergegas membeli properti saat ini  untuk menghindari kenaikan harga dua digit karena meningkatnya biaya konstruksi dan material ditambah keterbatasan tenaga kerja.

“Terutama bagi investor properti luar negeri dari Tiongkok dan Indonesia yang ingin mendapatkan stok unit apartemen yang sudah selesai sebagai investasi properti melalui penawaran harga yang terjangkau," kata Sunito.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved