Kasus Tindak Asusila kepada Dua Kakek Oleh Guru Ngaji di Garut, Polisi Minta Korban Lain Melapor

Korban PUR (42), warga Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga bukan hanya dua orang kakek.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Giri
Tribunjabar.id/Sidqi Al Ghifari
PUR (42) seorang guru ngaji di Garut melakukan tindak asusila kepada dua orang tetangganya sendiri yang merupakan seorang lansia. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Korban PUR (42), warga Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga bukan hanya dua orang kakek.

PUR yang merupajan guru ngaji itu merudapaksa dua kakek yang merupakan tetangganya. Bahkan, korban masing-masing sudah 'digauli' dua kali. 

Polisi saat ini masih mendalami kasus tersebut. Kemungkinan ada korban lain dari kelakuan guru ngaji yang terkenal di kampungnya itu.

Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono, mengimbau kepada masyarakat yang menjadi korban dari kebejatan nafsu pelaku agar segera melapor.

"Kami mewanti-wanti kepada masyarakat yang menjadi korban dari PUR ini, agar melaporkan ke pihak yang berwajib, baik Polsek Banjarwangi atau ke Polres Garut," ujar Wirdhanto kepada awak media, Senin (23/5/2022).

Sebelumnya, PUR ditangkap di kediamannya setelah satu keluarga korban melapor ke polisi.

Kelakuan bejat PUR itu dilakukan pada tahun 2021.

Baca juga: Buntut Viral Pelayanan RSHS, Kadinkes Kota Bandung Imbau Ini kepada RS dan Masyarakat

Namun korban ketakutan hingga tidak mau terbuka kepada keluarganya.

Tetapi belakangan, satu korban berani terbuka lalu kasus itu pun mencuat ke publik.

Dari pengakuan PUR, ia mendapat sebuah pesan dari mimpi yang menyuruhnya untuk berbuat zina kepada kedua korban yang sudah lansia itu.

"Melakukan itu di rumah. Saya dapat wangsit di mimpi untuk (melakukan) itu," ucap PUR saat diwawancarai Tribunjabar.id di Unit PPA Polres Garut, Sabtu (21/5/2022).

PUR cukup dikenal di kampung halamannya. Dia juga memiliki banyak jemaah dari mulai orangtua hingga anak-anak.

Kegiatan mengaji yang dilakukan PUR dilaksanakan di berbeda-beda tempat, yakni rumah, madrasah, dan tempat lainnya.

Atas perbuatannya itu, PUR terancam hukum 7 tahun penjara. Dia dijerat dengan Pasal 290 ayat 1 KUHP. (*) 

 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved