Cerita Mycl.Bio di TEDxITB, Bisnis Kulit Jamur Bermodal Rp 5 Juta, Kini Merambah Pasar Eropa

Mhasiswa ITB gelar kegiatan bertajuk TEDxITB yang jadi bagian TEDx, organisasi internasional independen yang fokus menyebarkan ide-ide segar.

Istimewa
CEO and Co-Founder of Mycotech Lab, Adi Reza Nugroho (dari kiri) didampingi Executive Producer TEDxITB, Dzikra Fahrisi menjelaskan produk sepatu dengan material yang terbuat dari mycelium jamur inovasi Mycotech Lab, di sela-sela acara puncak even TEDxITB 5.0 yang mengusung tema "Daydreamers" di Saung Angklung Udjo, Bandung, Jawa Barat, Minggu (22/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah mahasiswa ITB gelar kegiatan bertajuk TEDxITB yang jadi bagian TEDx, organisasi internasional independen yang fokus menyebarkan ide-ide ke komunitas di seluruh dunia.

Untuk TEDxITB 5.0 kali ini mengusung tema 'Daydreamers' dengan tujuan memberi pesan agar berani mengejar mimpi mereka.

Acara ini terbuka untuk umum yang memiliki minat pada berbagai bidang, seperti environment (lingkungan), psikologi, teknologi dan inovasi, edukasi, dan wirausaha.

Executive Produser TEDxITB 5.0, Dzikri Fahrisi mengatakan acara dilatarbelakangi keinginan untuk membuka wawasan, bahwa pekerjaan atau mimpi itu bukan sebatas menjadi dokter atau insinyur.

"Banyak kan orangtua itu hanya mematok pekerjaan itu dokter atau insinyur yang bakal hebat. Tapi ternyata banyak profesi lain yang bisa sukses dan berhasil, terutama dari pemimpi (dreamers)," katanya di Saung Angklung Udjo lokasi acara TEDxITB, Minggu (22/5/2022).

Peserta yang hadir dalam acara ini kata Dzikri, sebanyak 100 orang dan 35 orang secara online zoom. Mayoritas peserta berusia 18-25 tahun dan yang tertarik pada teknologi inovasi.

"Acara ini memang rutin setiap tahun. Dan baru kali ini bisa diselenggarakan secara offline, kalau tahun sebelumnya hanya lewat online," ujarnya.

Inspirasi dari Jamur

Salah seorang pembicara, Adi Reza Nugroho dari bisnis kulit berbahan jamur dengan nama brand Mycl.bio yang berbagi pengalaman terkait akselerasi inovasi di bidang lingkungan (environment).

"Kami itu beranggotakan lima orang yang punya mimpi bagaimana caranya menghasilkan sesuatu dari inovasi dan menghasilkan sebuah dampak untuk lingkungan sampai akhirnya menghasilkan sebuah material kulit dari jamur yang ditujukan bagi industri fesyen," katanya.

Adi mengaku kini bisnisnya telah berkolaborasi dengan brand-brand lokal hingga luar negeri, seperti Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang.

Dia menegaskan bahwa seorang pemimpi dari skala komunitas kecil memberikan dampak untuk dunia. Apalagi, Indonesia masih menjadi yang terbesar di dunia yang tak percaya pada isu iklim dan lingkungan.

"Material jamur ini kalau dari dampak lingkungan enggak perlu lagi menumbuhkan dari hewan tetapi hanya perlu waktu dua bulan melalui limbah pertanian ini sedangkan dari hewan seperti sapi itu perlu waktu dua tahun. Lalu, dari segi konsumsi air bisa menghemat sampai 70 persen, segi dampak karbon emisi global warming reduksi berkurang 80 persen, dan pengurangan energi konsumsi capai 17 persen," ujarnya 

Ketika disinggung terkait waktu yang dia butuhkan sampai berhasil bisnis ini, kata Adi, diawali riset pada 2015 dengan awalnya hanya berfokus pada penjualan jamur. Tetapi, di tengah jalan tepatnya 2018 mulai merambah pada inovasi kulit jamur.

Baca juga: Kejuaraan Kopassus Indoor Skydiving Championship 2022 Ditutup, Dua Bocah Curi Perhatian

"Sebenarnya kulit dari jamur ini hampir mirip dengan kulit hewan. Sekarang kami ada komunitas skillnya dan sekarang alhamdulillah penjualannya sampai over demand lantaran suplai terbatas," ucap Adi.

Adapun tantangan yang dia hadapi selama berbisnis kulit dari jamur ini, katanya tantangannya adalah dari segi pendanaan yang sangat minim di Indonesia. Sebab, menurutnya pendanaan itu adalah bahan bakar dari sebuah inovasi.

"Kalau dari segi market dan material serta teknologi sih enggak ada masalah," ucapnya seraya menyebut modal awal ialah Rp 5 juta.(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved