Kaca Belakang Angkot di Sukabumi Jadi Papan Iklan Judi Online, Ini Langkah Dinas Perhubungan

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi menyisir sejumlah angkutan kota (angkot) yang berada di wilayahnya. 

Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Giri
Petugas Dishub Sukabumi saat memeriksa angkot dengan iklan yang diduga judi online di kaca belakang. (Dok. Dishub Kota Sukabumi) 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Sukabumi, Dian Herdiansyah

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi menyisir sejumlah angkutan kota (angkot) yang berada di wilayahnya. 

Penyisiran dilakukan pasca-laporan adanya iklan situs judi online yang dipasang di kaca belakang angkot.

Berdasarkan hasil penyisirannya, ditemukan delapan angkot yang terpasang iklan situs judi online tersebut. 

Iklan yang terpasang di kaca belakang angkot tersebut langsung dicopot.

"Selain dicopot iklannya, para sopir angkot pun kami bisa agar tidak melakukannya lagi," ucap Kadishub Kota Sukabumi, Abdul Rachman, Sabtu (12/5/2022).

Dia pun mengumpulkan para pengurus kelompok kerja unit (KKU) angkot dan mengingatkan anggota dan sopir angkot lainnya untuk tidak memasang iklan situs judi online.

"Kami pun telah berkoordinasi Satlantas Polres Sukabumi Kota, terkait hal ini," ucapnya.

Baca juga: Besok Pemilihan Ketua NU Cianjur, Ini Dia Profil Enam Calon yang Akan Maju Berkontestasi

Sebelumny, ormas Islam bereaksi atas adanya iklan judi online di angkutan umum yang ada di Kota Sukabumi.

Sebagaimana diketahui, iklan judi online tersebut tertempel di kaca belakang beberapa angkot trayek yang ada di Kota Sukabumi.

Ketua Laskar Fisabilillah, Abi Khalil Asyubki, mengatakan, pihaknya merasa geram dengan iklam judi online tersebut. 

"Kalau sudah muncul iklan seperti ini, seolah-olah legal. Sementara secara aturan agama dan negara judi itu dilarang," ujarnya.

Melihat fenomena tersebutn, Laskar Fisabilillah, meminta pemerintah dan aparat kepolisian agar tegas menindak dan mengusut.

"Harus ditindak tegas, bukan hanya pencopotan iklan. Justru yang harus dicari siapa yang memasang iklannya," tegas Abi.

Abi juga mengingatkan aparat harus segera respons, sebelum masyarakat dan ormas geram dengan adanya iklan tersebut.

"Jangan sampai kami geram dan adanya pembiaran, sehingga kami melakukan sweeping sendiri," ucapnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved