Kisah Dewi Laila Mubarokah, Peraih 2 Emas SEA Games, Kehebatannya Menembak Diawali Celetukan Ibunya

Siapa sangka, kepiawaian Dewi Laila Mubarokah (23) menembak ternyata berawal dari celetukan ibunya ketika Dewi masih kecil.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Hermawan Aksan
Instagram @dewilaila_m
Dewi Laila Mubarokah, peraih medali emas SEA Games 2022 dari nomor 10 M Air Riffle Putri, saat berlatih menembak. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON -- Siapa sangka, kepiawaian Dewi Laila Mubarokah (23) menembak ternyata berawal dari celetukan ibunya ketika Dewi masih kecil.

Celetukan itu ternyata menjadi doa.

Dewi sukses menyumbang dua medali emas cabang olahraga menembak di ajang SEA Games 2021 di Vietnam.

Celetukan yang menjadi doa yang berbuah manis itu diceritakan ayahanda Dewi, Iptu H Ilyas, saat ditemui di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Rabu (18/5/2022).

Itu, kata Ilyas, terjadi saat Dewi masih kecil dan mereka masih tinggal di Makassar.

Kala itu Dewi, yang lahir di Makassar pada 25 Februari 1999, menangis tak henti-hentinya karena peluru pistol mainan mengenai pahanya.

"Ibunya juga ikut menangis. Saat itulah secara spontan ia mengatakan, Dewi harus jadi petembak. Saya yang mendengar langsung mengamini saja," kata Ilyas seraya menyebut nama lengkap istrinya, Hj Anak Agung Ayu Mirah.

Ilyas tak menyangka, celetukan itu menjadi kenyataan.

Dewi ternyata benar-benar menggemari olahraga menembak dan bahkan menjuarai sejumlah kejuaraan, termasuk dua medali emas yang disumbangkannya pada ajang SEA Games di Vietnam, yakni dari dari nomor perseorangan 10 M Air Riffle Putri dan nomor beregu 10 M Air Riffle Putri.

Ilyas mengatakan, olahraga menembak mulai ditekuni Dewi saat masih duduk di bangku kelas 8 di SMPN 1 Plumbon.

Saat itu Dewi sering melihatnya berlatih menembak menggunakan senapan angin di rumahnya sepulang bertugas di Polresta Cirebon.

Mulanya Dewi ingin mencoba menembak sekadar menemani ayahnya melepas lelah setelah bertugas sehingga Ilyas pun mengajarkan cara mengokang, membidik, hingga menembak.

"Sasarannya mangga, kelapa, dan pepohonan di sekitar rumah. Tembakan Dewi kena sasaran terus, sampai akhirnya menyampaikan ingin mencoba olahraga menembak," kata  Ilyas, yang kini menjabat sebagai Kasi Dokkes Polresta Cirebon.

Dari keinginan putrinya itu, Ilyas pun mencoba mencari tahu ke sesama anggota Polri yang aktif di Perbakin Kabupaten Cirebon.

Dewi pun akhirnya diajak mencoba berlatih di lapangan tembak.

Hasilnya sungguh membuat Ilyas  terkejut.

"Ia  mendapat nilai sempurna saat pertama kali menembak," ujarnya.

Hasil sempurna itulah yang membuatnya semakin yakin untuk mengarahkan anak sulungnya itu untuk menekuni cabang olahraga menembak hingga meraih medali di berbagai kejuaraan.

Ilyas mengaku tak pernah menuntut anaknya untuk menjadi atlet.

Namun, sebagai orang tua ia selalu mendukung penuh keputusan anaknya di bidang yang diminatinya.

Termasuk ketika Dewi mencoba terjun di dunia modeling di Jakarta dan menjadi atlet renang sebelum menekuni olahraga menembak, yang mengantarkannya bergabung di TNI AD pada 2017.

"Saat Dewi memilih menjadi atlet menembak juga saya dukung, meski sempat dibayang-bayangi peralatannya cukup mahal," ujar Ilyas.

Dukungan, kata Ilyas, terus mereka berikan, termasuk ketika Dewi harus bertanding di berbagai kejuaraan di luar negeri.

"Tapi, anaknya memang sangat mandiri. Bahkan dari SMP ia bisa mendapatkan penghasilan hingga Rp 1,5 juta perbulan dari hasil mengikuti berbagai kejuaraan," ujar Ilyas.

Kini, Ilyas mengaku hanya bisa bersyukur melihat putrinya yang telah mengoleksi ratusan medali emas, perak, hingga perunggu dari berbagai kejuaraan yang diikutinya.

Bahkan, Dewi juga telah memiliki mobil dan peralatan menembak sendiri yang dibeli dari Jerman dari hadiah mengikuti banyak kejuaraan selama ini.

"Alhamdulillah, sekarang Dewi juga bisa keliling dunia dari olahraga menembak. Saya selaku orang tua selalu mendoakan yang terbaik," ujar Ilyas. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved