Raden Tedi: Empat Pilar Kebangsaan Jadi Bahasan Menarik Ibu dan Anak dalam Keluarga

Anggota DPRD Jabar, Raden Tedi, ST., dalam penerapan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat terutama di keluarga dalam bahasan ibu dan anak

DOK DPRD JABAR
Anggota DPRD Jabar, Raden Tedi, ST., 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Keluarga selama ini menjadi tempat pertama dan yang paling utama dalam menerapkan pendidikan kepada anak dan setiap individu masyarakat, selain di sekolah. Fungsi keluarga ini disadari betul oleh Anggota DPRD Jabar, Raden Tedi, ST., dalam penerapan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat.

Anggota dewan dari Fraksi Partai Amanat Nasional ini mengatakan ia pun memberikan pemaparan Sketsa Kebangsaan mengenai Empat Pilar Kebangsaan kepada kaum ibu.

Ia sadar bahwa seorang ibu adalah sosok sentral dalam pendidikan keluarga, khususnya kepada anak-anaknya.

Raden Tedi pun menggelar Sketsa Kebangsaan di antaranya di Desa Cikahuripan, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang.

Di desa tersebut, Raden Tedi memberikan pemaparan kepada para ibu, untuk kemudian disampaikan atau diajarkan kepada anak-anak dan anggota keluarga lainnya.

"Intinya tentang empat pilar ini kita sudah tahu, makanya kita melakukan sosialisasi bukan berarti kita mengajarkan, tapi ini mengingatkan kepada ibu-ibu yang ada, seperti ibu-ibu PKK, untuk bisa disosialisasikan minimal di keluarganya," kata Raden Tedi, Rabu (18/5).

Anggota dewan dari daerah pemilihan Kabupaten Subang, Majalengka, dan Sumedang, ini mengatakan Empat Pilar Kebangsaan tersebut harus diajarkan kepada anak-anak. Jangan sampai, sistem pembelajaran jarak jauh selama pandemi ini mengikis pengetahuan anak-anak tentang Empat Pilar Kebangsaan.

"Kita juga cukup miris saat kondisi sekarang ini banyak anak atau bahkan anak-anak kita yang kurang menghargai dan bertoleransi kepada orang lain, termasuk kepada orang tua dan saudara-saudaranya," kata Raden Tedi.

Ia mengatakan untuk mencegah perilaku yang menyimpang dari budaya bangsa ini, anak-anak harus diiingatkan mengenai Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 45, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ia pun membagikan buku mengenai Empat Pilar Kebangsaan kepada para ibu.

"Saya sudah sampaikan bahwa semua paparannya sudah lengkap, kita berikan dan sangat ringkas dalam bentuk buku, jadi mudah dipahami. Jadi saya berharap kepada ibu-ibu yang ada untuk mensosialisasikan hal ini kepada anak-anak di rumah, lingkungan yang paling terkecil," tuturnya.

Bahasan Empat Pilar Kebangsaan, kata Raden Tedi, dapat menjadi bahasan yang menarik antara ibu dan anak.

Mengisi waktu senggang dengan membaca bersama buku yang ia bagikan dalam kegiatan Sketsa Kebangsaan.

"Jadi setelah itu saya sampaikan bahwa jangan buku itu ditaruh di meja, ditaruh di lemari. Tapi sampaikan ke anak-anak," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved