12 Ribu Warga Penerima BLT Minyak Goreng dari TNI di Sukabumi Ternyata Belum Pernah dapat Bantuan

Sebanyak 12 ribu warga Kabupaten Sukabumi, menerima bantuan langsung tunai dalam program BLT minyak goreng oleh TNI tahun tahun 2022 di Kodim 0622

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/M RIZAL JALALUDIN
Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf Anjar Ari Wibowo meninjau penyaluran program BLT minyak goreng oleh TNI tahun 2022 di Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, Rabu (18/5/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin 

 

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Sebanyak 12 ribu warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menerima bantuan langsung tunai (BLT) dalam program BLT minyak goreng oleh TNI tahun 2022 di Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, Rabu (18/5/2022). 


Dandim 0622 Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf Anjar Ari Wibowo mengatakan, 12 ribu warga penerima BLT senilai Rp 300 ribu ini dipastikan warga yang belum pernah menerima bantuan sama sekali. 

 

"Di Kabupaten Sukabumi kami mendapatkan alokasi penerima manfaat sejumlah 12 ribu orang ini di 38 kecamatan di bawah pembinaan Kodim 0622. Kami menyalurkan serentak di seluruh Indonesia, di seluruh Kodim-Kodim mulai hari ini dengan 10 hari ke depan, tapi apabila lebih cepat itu lebih baik. Kami di Kodim 0622 membuat 15 posko untuk penyaluran di koramil-koramil jajaran Kodim 0622," ujarnya. 


"Kalau penerima seperti yang telah disampaikan sebelumnya sasarannya penerima adalah pedagang kaki lima dan warung, namun yang belum pernah menerima bantuan sebelumnya," kata Anjar. 


Ia mengatakan, untuk memastikan warga penerima BLT belum pernah menerima bantuan sebelumnya ini menggunakan tenaga ITE yang dibantu Mabes TNI. 


"Saya memonitor sebelumnya, tahun lalu, beberapa bulan lalu bantuan BPUM kalau tidak salah yang didistribusikan oleh perbankan, nah disitu kita mengalokasikan yang belum menerima bantuan apapun, sehingga dalam pendataan kita selektif kita dibantu oleh tim ITE Mabes TNI," katanya. 


"Karena itu yang kami input namanya. Apabila sudah menerima bantuan sebelumnya itu maka langsung tercatat sehingga tidak memasukan penerima tahun ini. Jadi 12 ribu orang penerima manfaat ini diyakini belum pernah menerima, karena memang kemarin beberapa kali kami coba input nama yang sudah menerima itu langsung tergambar tanda merah. Itu berarti sudah menerima bantuan-bantuan sosial lainnya," ucap Anjar. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved