Sekda Kota Cirebon Minta Percepat Perekaman Data Adminduk Siswa Penyandang Difabel Karena Ini

Sekda Kota Cirebon Agus Mulyadi, meminta Disdukcapil Kota Cirebon mempercepat perekaman data administrasi kependudukan (adminduk) siswa penyandang di

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Darajat Arianto
Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Sekda Kota Cirebon, Agus Mulyadi. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi


TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Sekda Kota Cirebon Agus Mulyadi, meminta Disdukcapil Kota Cirebon mempercepat perekaman data administrasi kependudukan (adminduk) siswa penyandang difabel.


Pasalnya, setelah para siswa tersebut mendapatkan dokumen kependudukan Pemkot Cirebon bisa mengintervensi program terhadap penyandang difabel.


Karenanya, menurut dia, adminduk tersebut sangat dibutuhkan Pemkot Cirebon untuk dijadikan acuan untuk menyusun program yang akan digulirkan.


"Setelah siswa-siswi SLB di Kota Cirebon memiliki dokumen kependudukan menjadi modal untuk melakukan intervensi program," kata Agus Mulyadi saat ditemui usai launching Layanan Administrasi Kependudukan untuk Penyandang Disabilitas melalui Pendataan, Perekaman dan Penerbitan Dokumen Kependudukan untuk Membangun Masyarakat Inklusif di SLB Negeri Budi Utama, Jalan Melati, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, Selasa (17/5/2022).


Ia mengatakan, penyandang difabel merupakan bagian dari warga negara yang memiliki kedudukan, hak dan peran yang sama.


Termasuk hak untuk mendapatkan dokumen kependudukan, sehingga penyandang difabel juga sejajar dengan warga negara lainnya.


Pihaknya juga tak menampik, selama ini keluarga penyandang difabel memiliki keterbatasan untuk mengakses sumber-sumber pelayanan yang tersedia.


"Kami mengapresiasi Disdukcapil Kota Cirebon yang langsung mendatangi sekolah penyandang disabilitas di Kota Cirebon," ujar Agus Mulyadi.


Agus menyampaikan, hal itu membuat penyandang difabel mendapatkan pelayanan dan perlakuan yang adil dari institusi pemerintah, khususnya dalam pelayanan administrasi kependudukan.


Dalam kegiatan tersebut, para siswa SLB di Kota Udang tampak mengikuti perekaman data kependudukan dari mulai foto, sidik jari, tanda tangan, dan lainnya.


Nantinya, para penyandang difabel yang berusia 17 tahun ke atas mendapatkan KTP elektronik, dan kartu identitas anak (KIA) untuk yang belum berusia 17 tahun. (*)

Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved