Hepatitis Akut Diduga Bagian dari Long Covid-19, Hasil Penelitian di Israel

Hal ini juga melihat riset di Israel yaitu sekitar 90 persen kasus Hepatitis misterius terjadi pada anak yang dalam satu tahun terakhir pernah terinfe

Editor: Ravianto
Dok. Dinkes Kota Cirebon
Petugas Puskesmas Perumnas Utara saat menyosialisasikan penyakit hepatitis akut misterius di salah satu posyandu Kelurahan Larangan, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, Jumat (13/5/2022). riset di Israel yaitu sekitar 90 persen kasus Hepatitis misterius terjadi pada anak yang dalam satu tahun terakhir pernah terinfeksi SARS-CoV-2.  

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Pakar Epidemi Griffith University Dicky Budiman menyebutkan jika dirinya sepakat dengan riset di Israel.

Hasil penelitian di Israel itu menyatakan jika Hepatitis misterius bagian dari Long Covid-19 itu sendiri. 

Hal ini juga melihat riset di Israel yaitu sekitar 90 persen kasus Hepatitis misterius terjadi pada anak yang dalam satu tahun terakhir pernah terinfeksi SARS-CoV-2

Dan menurutnya hal itu bukan sesuatu yang baru. Menurut Dicky, mungkin akhir dari 2020, bahkan sepanjang 2021 terdapat kasus-kasus yang berkaitan dengan Covid-19 dan menyebabkan kematian. 

"Misalnya stroke, atau pengumpalan darah, atau pneumonia pada orang muda. Nah ini sebetulnya tidak terlalu jauh. Ini juga bisa kita lihat dampak ikutan pasca seseorang terinfeksi Covid-19," ungkapnya pada Tribunnews, Minggu (15/5/2022).

Namun, saat itu mungkin tidak menjadi perhatian besar karena segera diketahui dengan jelas penyebabnya yaitu Covid-19.

Dan untuk Hepatitis misterius saat ini, kasus pandemi di dunia mulai melandai di sebagian negara.

Ia pun menyayangkan pada beberapa negara maju yang tidak melakukan pemeriksaan serology terkait antibodi untuk Covid-19.

Di sisi lain Adenovirus sebagai penyebabnya Hepatitis menurutnya hipotesis ini lemah Karena untuk anak yang terdiagnosis parah, Adenovirus di dalam tubuh rendah sekali. 

Selain itu kasus yang banyak menimpa anak-anak menjadi kelompok paling rentan juga menjadi perhatian. Sehingga kasus ini secara emosional tentu lebih mendapatkan syok sosial lebih besar. 

"Oleh karena itu prinsip pencegahan harus diutamakan, sembari mendapatkan data yang lebih solid," tegasnya.

Pencegahan bisa dilakukan dengan aspek kebersihan personal, mencuci tangan, protokol kesehatan 5M dan melaksanakan vaksinasi. 

"Semua program penyakit yang dimungkinkan dengan vaksinasi kita harus lakukan. Khususnya untuk anak-anak," pungkasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved