Dihukum Penjara Seumur Hidup, 2 Kurir Sabu-sabu Menangis: Ampun, Tolong Pak Hakim

"Menjatuhkan pidana terhadap para terdakwa, pidana penjara seumur hidup. Menetapkan para terdakwa tetap dalam tahanan," kata ketua majelis hakim

shutterstock
sabu-sabu tumpah 

TRIBUNJABAR.ID, MEDAN- Dua kurir sabu-sabu 22 kg menangis setelah mendengar putusan hukuman penjara seumur hidup.

Sambil menangis, mereka berharap majelis hakim mengubah hukuman untuk mereka.

Kisah itu menimpa Vernando Simanjuntak dan Eric Ambalagen di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Sumatera Utara, Kamis (12/5/2022). 

"Ampun, tolong Pak Hakim, tolong. Kasihani kami, Pak," kata Vernando sembari menangis sesegukan.

Hukuman penjara seumur hidup itu sebenarnya lebih ringan daripada tuntutan hukuman mati dari jaksa penuntut umum.

"Menjatuhkan pidana terhadap para terdakwa, pidana penjara seumur hidup. Menetapkan para terdakwa tetap dalam tahanan," kata ketua majelis hakim, Zufida Hanum, saat membacakan putusan itu.

Baca juga: Pura-pura Bawa Makanan, Pria Ini Ternyata Selundupkan Sabu-sabu ke Lapas Jelekong Saat Hari Lebaran

Hal memberatkan adalah perbuatan para terdakwa tidak mendukung program pemerintah memberantas tindak pidana narkotika.

"Hal meringankan tidak ditemukan pada diri para terdakwa," ujar hakim.

Dari fakta-fakta terungkap di persidangan, kedua terdakwa dinilai hakim telah memenuhi unsur melakukan tindak pidana percobaan dengan permufakatan jahat memiliki, menerima atau menjadi perantara jual beli (kurir) narkotika Golongan I jenis sabu-sabu seberat 22 kg untuk dijual.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika? sebagaimana dakwaan primair penuntut umum," kata hakim.

Setelah mendengar vonis hakim, kedua terdakwa tampak menangis.

Majelis Hakim memberi waktu kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan penasihat hukum terdakwa menentukan sikap apakah terima putusan PN Medan atau mengajukan banding.

Baca juga: Teganya Anak Ini, Jebak Ibu Sendiri untuk Antarkan Sabu-sabu kepadanya yang Mendekam di Penjara

Sebelumnya, Vernando Simanjuntak yang merupakan warga Jalan Flamboyan Raya Kecamatan Medan Tuntungan sempat bersimpuh meminta tolong kepada Majelis Hakim supaya tidak memvonis mati dirinya dan rekannya.  

"Ampun, tolong pak Hakim, tolong. Kasihani kami, Pak," kata Vernando sembari menangis sesegukan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved