Polytama Propindo Kurangi Ketergantungan Impor Biji Plastik, Pabrik Baru Akan Dibangun di Indramayu

PT Polytama Propindo, produsen polypropylene resin terbesar kedua di Indonesia terus berupaya menekan ketergantungan impor polypropylene. 

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNCIREBON.COM/HANDHIKA RAHMAN
Corporate Secretary General Manager PT Polytama Propindo, Dwinanto Kurniawan bersama aparat pemda Indramayu, Rabu (11/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman


TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - PT Polytama Propindo, produsen polypropylene resin (PPResin) terbesar kedua di Indonesia terus berupaya menekan ketergantungan impor polypropylene. 


Yakni, dengan meningkatkan kapastitas usahanya salah satunya melalui membangun pabrik baru.


Lokasi pabrik baru tersebut nantinya masih berada di dalam satu kawasan PT Polytama Propindo di Desa Limbangan, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.


Corporate Secretary General Manager PT Polytama Propindo, Dwinanto Kurniawan mengatakan, langkah stategis ini sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung upaya pemerintah menekan ketergantungan impor biji plastik.


"Dengan pengembangan akan ikut membantu pemerintah daerah dalam menyerap tenaga kerja dan tentu akan akan meningkatkan ekonomi masyarakat," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Rabu (11/5/2022).


Dwinanto Kurniawan menambahkan, hadirnya pabrik baru nanti pun sekaligus solusi dalam memenuhi kebutuhan biji plastik di dalam negeri.


Pada kesempatan itu, Dwinanto Kurniawan turut meminta dukungan dari semua elemen guna bersama-sama agar rencana pengembangan pabrik baru tersebut bisa secepatnya terealisasikan.


Pada tahun 2021, diketahui kebutuhan produk polypropylene masih tergantung kepada pasokan impor yang mencapai 50 persen.


Sedangkan pasokan dalam negeri dipasok oleh PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) sebesar 33 persen, PT Polytama Propindo sebanyak 14 persen, dan sisanya sebanyak 3 persen dipasok oleh Pertamina Plaju. 


PT Polytama Propindo sendiri diketahui merupakan perusahaan yang berfokus kepada kegiatan usaha produksi polypropylene resin, baik dalam bentuk pellet maupun granule. 


Sedangkan untuk produk granule, Polytama merupakan satu-satunya produsen di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.


Di sisi lain, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Asep Abdul Mukti turut mendukung rencana pengembangan PT Polytama Propindo di Kabupaten Indramayu.


Terlebih, keberadaan Polytama di Indramayu sudah banyak memberikan kontribusi untuk pemerintah daerah dan masyarakat umum secara langsung. 


"Semoga pengembangan perusahaan melalui pembangunan pabrik baru akan memberikan manfaat dan berjalan sesuai rencana," ucap dia. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved