Mengenal Sosok Pesilat Riska Hermawan Asal Majalengka, Peraih Medali Emas Sea Games 2021 Vietnam

Riska Hermawan (25), atlet silat asal Kabupaten Majalengka, berhasil meraih medali emas dalam ajang Sea Games 2021 di Vietnam, Rabu (11/5)

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNCIREBON.COM/EKI YULIANTO
Cece Hermawan, ayah dari pesilat Riska Hermawan memperlihatkan medali yang pernah diraih Riska di rumah ruang tamunya di Desa Tarikolot, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Rabu (11/5/2022). 

Mengenal Pesilat Riska Hermawan Asal Majalengka, Peraih Medali Emas Sea Games Vietnam 2021


Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Riska Hermawan (25), atlet silat asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat berhasil meraih medali emas dalam ajang Sea Games 2021 di Vietnam, Rabu (11/5/2022).


Bersama tandemnya sejak 2016, Ririn Rinasih asal Subang, mereka berhasil naik podium setelah menumbangkan pesilat asal tuan rumah.


Ketertarikannya Riska terhadap olahraga silat sudah terjadi sejak usia 9 tahun atau saat kelas III Sekolah Dasar (SD).


Saat itu, perempuan yang tercatat sebagai mahasiswi Universitas Majalengka (Unma) itu diajarkan langsung oleh sang ayah bernama Cece Hermawan yang juga atlet pesilat dan sudah merengkuh berbagai prestasi.


"Ya dari SD dia (Riska) belajar silat. Meski bapaknya pesilat, tapi jadi atlet silat itu kemauan dia sendiri. Tak ada paksaan."


"Meski baru SD, dia sudah berprestasi dan suka mengalahkan atlet yang lebih tua darinya, misal sudah SMA," ujar Cece kepada Tribun saat ditemui di rumahnya di Desa Tarikolot, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka, Rabu (11/5/2022).


Selain dilatih oleh ayahnya sendiri, jelas Cece, Riska Hermawan memang terinsipirasi juga dari kakeknya yang juga pesilat.


Bahkan saat itu, kakeknya menginginkan Riska berprestasi lebih dari yang diraih kakeknya kala itu.


"Kakeknya pernah bilang, pokoknya kamu (Riska) harus berprestasi lebih dari kakek atau bapaknya," ucapnya.


Meski kini memiliki segudang prestasi sebagai atlet silat, Riska tetap lah seorang perempuan biasa.


Saat di rumah tanpa ada jadwal tanding, gadis kelahiran tahun 1996 itu kerap memanjakan diri kepada ayahnya.


Riska bisa membedakan, kapan ayahnya dipandang sebagai bapak, kapan sebagai pelatih.

Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved