Liga Inggris

Mantan Pemain Man United Ini Merasa Beruntung Tak Pernah Dilatih Pep Guardiola, Apa Sebabnya?

Mantan bek Manchester United, Patrice Evra, mengungkapkan bahwa ia bukan penngemar gaya melatih Pep Guardiola.

Editor: Hermawan Aksan
Kompas.com
Pep Guardiola, pelatih Manchester City 

TRIBUNJABAR.ID – Mantan bek Manchester United, Patrice Evra, mengungkapkan bahwa ia bukan penngemar gaya melatih Pep Guardiola.

Evra mengibaratkan gaya melatih Guardiola seperti bermain gim di PlayStation.

Sejak ditangani oleh Pep Guardiola pada tahun 2016, Manchester City menjadi tim yang disegani di Eropa.

Pep Guardiola, yang memainkan sepak bola dengan menarik dan nyaman untuk ditonton, telah menghadirkan permainan yang konsisten bertahun-tahun.

Baca juga: PENGAKUAN Blak-blakan Rio Ferdinand: Kata-kata Jose Mourinho tentang Man United Ternyata Benar

Akan tetapi, kemahirannya dalam menentukan strategi dan taktik tidak membuat semuanya menyukai gaya bermain dari Pep Guardiola tersebut.

Evra bahkan menyebut ia beruntung tidak pernah menjadi anak asuh dari Guardiola ketika masih aktif bermain.

"Saya sangat menghormati Guardiola, tetapi saya senang saya tidak pernah memilikinya sebagai pelatih," kata Evra, dikutip BolaSport.com dari Sportskeeda.

Baca juga: Mantan Bek Man United Ini Ingin Liga Inggris Segera Usai: Para Pemain Setan Merah Permalukan Diri

"Dia mengambil tanggung jawab Anda, saya berbicara dengan Clarence (Seedorf), Anda memiliki kesan bahwa dia bermain di Playstation."

"Dia memberi tahu Anda semua yang perlu Anda lakukan."

"Saya ingat bahwa (Thierry) Henry, misalnya, ketika dia berada di Barcelona."

"​​​​Guardiola menyuruhnya untuk tetap melebar, tetapi Henry masuk untuk melakukan satu-dua dengan Messi."

"Dia mencetak gol dan setelah babak pertama Guardiola menempatkannya di bangku cadangan."

"Dia mengeluarkan Henry hanya karena tidak menghormati arahannya," ujar Evra.

Mantan pemain yang kini berusia 40 tahun ini juga menilai bahwa Guardiola tidak mempunyai plan B atau rencana cadangan jika rencananya tidak berjalan sebagaimana mestinya.

"Jadi ia pelatih yang hebat, tetapi Anda harus berhati-hati ketika memberikan begitu banyak informasi," ujar Evra.

"Kami juga melihatnya di bangku cadangan sebelum pertandingan (Real Madrid), sepertinya ada 20 orang di kepalanya, otaknya sudah terbakar, itu luar biasa."

"Tidak ada rencana-B. Ketika mereka dalam masalah, apa yang mereka lakukan?"

"Mereka melihat ke bangku cadangan, mereka tidak mengambil tanggung jawab mereka.”

“Seorang pelatih seperti Ferguson tidak pandai secara taktik, tetapi dia berkata bahwa dirinya bos, tetapi di lapangan Anda adalah bosnya," tutur Evra. (*)

Sumber: BolaSport.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved