Beragam Respons PNS WFH Permanen, Ada yang Senang, Ada yang Takut Tunjangan Transportasi Hilang

Rencanan WFH ASN secara permanen di Pemprov Jabar menuai beragam komentar. Ada yang setuju, ada yang khawatir.

tribunjabar/syarif abdussalam
Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (17/3/2020). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Wacana pemberlakuan WFH secara permanen pada bidang-bidang pekerjaan tertentu di lingkup Pemprov Jabar, mendapat sambutan beragam dari para ASN.

Sebagian mengaku gembira, sebagian lagi khawatir.

Kepala Bagian Kepegawaian dan SDM Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, Asep Mulyadi, mengaku sangat gembira jika kebijakan WFH secara permanen jadi diterapkan.

WFH, menurut Asep, membuat ASN mendapatkan suasana kerja baru, yang pada akhirnya tentu akan meningkatkan produktivitas.

"Yang perlu diperhatikan mungkin adalah jam kerjanya supaya tetap memenuhi kewajiban harian. Selama ini, dengan WFH juga ASN bisa lebih produktif dan kreatif, tanpa rasa bosan di dalam kantor atau ruangan," kata Asep saat dihubungi melalui telepon, Senin (9/5/2022).

Ia mengatakan dengan WFH, pekerjaan bisa dilakukan di manapun, yang penting jam kerjanya terpenuhi dan semua tugas terselesaikan sesuai target.

Namun, menurut Asep, WFH akan lebih baik jika dilakukan secara teratur dan bergilir.

Artinya, pekerja mendapat giliran untuk WFH, namun di lain waktu mendapat giliran bekerja di kantor.

Ritme kerja yang baik, ujarnya, akan terlahir kebijakan WFH bergilir ini.

"Jangan sampai WFH terus, nantinya malah tidak kenal teman kerja atau nantinya malah bosan di rumah atau karena tidak ke kantor terus. Jadi harus teratur, semua mendapat bagian sesuai jadwal, dan tentunya harus berkeadilan untuk semua ASN," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved