Tidak Libur Lebaran, JQR Ikut Terlibat Operasi SAR Korban Banjir Bandang Sumedang

Mereka ikut mencari korban hanyut terseret arus sungai, ADR (13), di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Bandung.

Istimewa
Anggota Jabar Quick Response (JQR) ikut mencari korban hanyut terseret arus sungai, ADR (13), di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang. 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Muhamad Syarif Abdussalam

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Dalam momen liburan Lebaran tahun ini, Jabar Quick Response ( JQR ) tetap bertugas melaksanakan misi kemanusiaan dalam kegiatan SAR bersama TNI, Polri, Basarnas bersama relawan lainnya.

Mereka ikut mencari korban hanyut terseret arus sungai, ADR (13), di Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang.

Sejak Kamis 5 Mei 2022 hingga penutupan operasi SAR, JQR menerjunkan anggotanya lengkap dengan peralatan. Bersama Tim SAR Gabungan, mereka berupaya melakukan evakuasi di lokasi kejadian.

Sebanyak 21anggota JQR terjun ke lokasi pencarian korban hanyut. Mereka membawa peralatan berupa perahu rafting serta perahu kayak.

Untuk memaksimalkan pekerjaan, ke titik lokasi tambahan bantuan berupa dua unit river boat, kayak dan pelampung.

Baca juga: Jembatan Gantung Buatan JQR Hubungkan Dua Kecamatan di Ciamis, Bantu Akses Ekonomi hingga Pendidikan

Tim SAR Jabar Quick Response dan relawan lain melakukan pencarian dibagi tim untuk SRU Sentig ke hulu wilayah Saribumi.

SRU 2 dari Sentig ke hilir wilayah Ciganeas, SRU 3 pengarungan dari Saribumi ke Sentig (2 river boat,1 inplatible), SRU 4 pengarungan Sentig ke Ganeas ( 2 river 1 kayak), SRU 5 SO ( safety officer), serta SRU 6 pemantauan bendungan Rengrang.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung, Supriono, mengatakan pencarian korban resmi dihentikan di hari ke-4 setelah korban ditemukan meninggal dunia di wilayah Kabupaten Indramayu atau 82 km dari titik lokasi hilang.

Supriono menerangkan, Jabar Quick Response menerima informasi dari potensi SAR Indramayu soal penemuan jenazah yang memiliki ciri korban hanyut di Kabupaten Sumedang.

"Setelah dievakuasi ke RSUD Bhayangkara Indramayu, pukul 02.05 keluarga memastikan bahwa jenazah yang ditemukan benar anak mereka. Pukul 08.00 kami umumkan sekaligus penutupan operasi pencarian korban," ucapnya melalui ponsel, Senin (8/5).

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved