Surah Al Quran

10 Manfaat Membaca Ayat Kursi, Menakjubkan! Ayat Satu Untuk Semua

Berikut 10 manfaat atau khasiat melanggengkan membaca ayat kursi dalam kehidupan sehari-hari.

Al-Quran
Ayat Kursi 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sudah menjadi fitrah manusia, ketika melakukan sesuatu pekerjaan kita pasti memikirkan apa yang didapat sesudahnya.

Bahkan dalam kaidah agama juga demikian, harus ada keyakinan yang mendasari untuk melakukan sesuatu.

Karena tanpa itu, kita tidak pernah serius dan sungguh-sungguh dalam menjalankan pekerjaan/tugas. Sama halnya ketika kita membaca ayat kursi, kita pasti juga ingin tahu apa yang terjadi sesudahnya.

Kita ingin memperoleh khasiat atau manfaat ayat kursi untuk mendatangkan kebaikan dan kesenangan hidup, sekaligus kita ingin menghilangkan keburukan sesudah membacanya.

Berikut bacaan ayat Kursi dengan latin beserta terjemahnya.

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Latin:

Allaahu Laailaaha illa huwal hayyul qayyuum. Laa ta'khudzuhu sinatuw walaa nauum. Lahuu maa fissamaawaati wamaa fil ardhi. Mangdzalladzii yasyfa'u 'indahuu illai bi idznih. Ya'lamu maa baina aiydiihim wamaa kholfahum walaa yukhiithuuna bisyayin min 'ilmihii illaa bimaa syaaa a. wasi'a kursiyyuhus samaawaati wal ardho. Walaa yauduhuu khifdhuhumaa wa huwal'aliyyul 'adhiim.

Artinya:

Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk, dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada seorang pun yang dapat memberi syafaat di sisi Allah melainkan dengan seizin-Nya. Allah mengetahui semua apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar. (QS. Al Baqarah: 255).

Dikutip dari buku "Keistimewaan ayat kursi, 1000 Berkat- 43 Mukjizat- 33 Khasiat" karya Al Ustaz H.Saifuddin Aman, di bawah ini adalah khasiat ayat kursi.

Ayat Muhtawiyah yang artinya ayat satu untuk semua

Muhtawiyah artinya memuat semua yang ada. Kita tentu yakin betapa banyaknya nama Allah.

Dan ayat kursi ini memuat banyak nama Allah, yang tidak dimuat di lain ayat. Setiap ayat Al Quran, yang di dalamnya disebut nama Allah, pasti mempunya tujuan sangat besar dan luar biasa.

Kalau kita perhatikan ayat kursi, kita menemukan ada 17 kali nama Allah disebutkan, baik dalam bentuk kata zhahir maupun zhamir (kata ganti).

Sedangkan kata-kata yang lain semuanya kembali bermuara pada nama Allah. Ayat ini dimulai dengan "Allah" dan diakhir dengan "Al Azhim". Artinya, Allah adalah segala-galanya di akhirat, dan Al Azhim adalah segala-galanya di dunia.

Jelasnya di dalam ayat kursi disebutkan:
1. Nama dan sifat Allah yang sangat dahsyat
2. Makhluk ciptaan Allah yang menjadi tanda dan bukti dahsyatnya nama Allah.

Kursi Allah memuat langit dan bumi, mewadahi langit dan bumi berikut seluruh yang ada di antara keduanya.

Tentu kita tidak bisa membayangkan seberapa agung ayat kursi itu. kita tidak perlu bertanya: Apa yang ada di dalamnya, dan apa yang dimuat di dalamnya?

Nama-nama Allah yang terkandung dalam ayat kursi merupakan representasi dari seluruh nama Allah yang lain.

Nama-nama Allah yang ada di dalam ayat kursi bisa kita jadikan sebagai gantungan dalam semua urusan. Karena itulah, maka ayat kursi bisa disebut ayat "Satu Untuk Semua". Maka barangsiapa yang mempunyai tujuan, apa saja asal bukan maksiat, hendaklah melanggengkan membaca ayat kursi. Ayat kursi dibaca untuk apa saja, sesuai dengan niat.

Ayat Ismullah Al A'zham, Ayat Nama Allah Yang Agung

Al Quran menyebutkan bahwa Allah mempunyai Asmaul Husna, maka berdoalah dengannya.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Allah mempunyai "Ismul A'zham (nama yang agung). Al Ismul A'zham adalah bagian dari Asmaul Husna.

Rasulullah sebagai penerima wahyu, yang sekaligus sebagai pihak yang berhak menjelaskan wahyu, beliau memberikan jaminan betapa dahsyatnya Ismul A'zham.

Dan Ismul A'zham itu di antaranya adalah ayat kursi. Rasulullah SAW bersabda: Nama Allah yang agung (Al Ismu A'zham) itu ada dalam tiga empat, yaitu dalam surat Al Baqarah yang kita ketahui yaitu ayat kursi, dalam awal surat Ali Imran dan dalam surat Thaha.

Disebutkan dalam hadits bahwa Nabi Isa ketika menyembuhkan orang sakit dengan membaca ayat kursi, ketika menghidupkan orang mati juga dengan membaca ayat kursi.

Ashif bin Burkhiya, staf kerajaan Nabi Sulaiman, ketika menghadirkan kerajaan Bulqis juga membaca ayat kursi.

Sungguh betapa dahsyatnya kekuatan dan mukjizat ayat kursi. Maka barangsiapa yang mempunyai gagasan dan pekerjaan besar, hendaklah mewiridkan ayat kursi terus-menerus.

Baca juga: Luar Biasa! 6 Khasiat Membaca Ayat Kursi, dari Ayat Permohonan hingga Ayat Penyembuhan

Ayat Istighatsah, ayat permohonan

Istighatsah artinya memohon pertolongan dalam menghadapi persoalan besar, seperti perang, penganiayaan, pengusiran dan sebagainya.

Istighatsah juga berarti memohon hadirnya sesuatu untuk menghilangkan penderitaan, misalnya minta diturunkan hujan ketika terik matahari membakar sehingga tidak ada lagi air dan tumbuh-tumbuhan, banyak tanaman mati kekeringan.

Kata Istighatsah disebutkan Al Quran dalam bentuk kata kerja "tastaghiitsu", seperti firman Allah:

Artinya:

"Ingatlah,ketika kamu memohon perltolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: 'Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturu-turut". (Qs.Al Amfal:9)

Ayat kursi disebut ayat Istighatsah, karena Rasulullah menganjurkan untuk memohon pertolongan kepada Allah dengan membacanya.

Dituliskan dalam kitab Al Firdaus Bima'tsur Al Khitab, Rasulullah menyebutkan dengan kata "Aghatsa", yang artinya menolong.

"Dari Qatadah, dari Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang membaca ayat kursi di saat mendapatkan kesusahan, maka Allah akan menolongnya."

Ayat kursi disebut juga Ayat Al Isti'adzah - Ayat Pembebasan.

Isti'adzah artinya mohon perlindungan dari kejahatan. Ketika kita mengalami ketautan dari jin dan syetan, atau mimpi buruk, Rasulullah mengajarkan agar kita membaca "Isti'adzah", yaitu mengucapkam kalimat "A'udzu billahi minasy syaithanir rajim".

Dengan isti'adzah tersebut, kita akan terbebas dari keburukannya.

Disebut ayat pembebasan, karena dengan membaca ayat kursi, Allah akan membebaskan dan melindungi diri dari segala macam yang tidak diinginkan, khususnya dari berbagai macam yang tidak disenangi, berupa kesakita, musibah, dan bencana.

Barangsiapa yang mengalami ketakutan di dalam rumah, di jalan atau di tempat-tempat yang dianggap angker dan menyeramkan, maka bacalah ayat kursi, insyaAllah tidak ada yang membahayakan dirinya.

Dengan bacaan Kalam Ilahi, orang yang sakit bisa terbebas dari rasa sakitnya.

Dengan mukjiat ayat kursi, nyeri atau rasa sakit yang dialami oleh anggota tubuh akan hilang. Mengapa? itu terjadi karena kekuatan keyakinan dan pikiran terfokus hanya kepada Allah, menghadap ke hadirat-Nya dengan kebesaran ayat kursi.

Ayat Aaminah, Ayat pengaman

Aminah artinya memberikan jaminan keamanan. Ayat kursi disebut ayat Aminah, karena orang yang membacanya diberikan keamanan oleh Allah, aman dari tindakan kriminal, aman dari ancaman orang jahat, aman dari tipu daya syetan, dan aman dari musibah dan bencana.

Keamanan itu diberikan oleh Allah ketika seseorang benar-benar sedang tidak berdaya sama sekali, ketika sedang tidur misalnya. Disebutkan dalam sebuah hadits yang artinya:

"Diriwayatkan dalam Kitab Sunan Al-Baihaqi, dari Ali Bin Abi Thalib berkata, aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang membaca ayat kursi ketika hendak tidur, maka Allah akan mengamankan rumahnya, rumah tetangganya dan rumah-rumah terdekat di sekitarnya."

Ayat As- Sakiinah

Sakinah artinya ketenangan. Ayat kursi disebut "ayat ketenangan", karena orang yang membacanya akan diberikan ketenangan oleh Allah.

Dengan modal ketenangan, kita akan mampu menyelsaikan seluruh persoalan hidup.

Dengan ketenangan, orang-orang beriman mampu mengalahkan musuh-musuhnya.

Disebutkan dalam hadits riwayat Al Bukhari, dari Zaid bin Arqam, Rasulullah SAW memimpin perang sebanyak 29 kali.

Setiap kali menghadapi musuh, Rasulullah tidak pernah lepas dari membaca nama-nama Allah Yang Agung, dan nama-nama itu diantaranya ada dalam ayat kursi.

Mengapa ayat kursi disebut ayat ketenangan? Dan Mukjizat apa yang kita dapatkan setelah membaca ayat kursi?

Pada umumnya ketika kita menghadapi masalah besar yang menentukan masa depan, kita diliputi oleh kekalutan dan ketidatenangan sekaligus ketakutan yang mendalam. Padahal kekalutan, ketidaktenangan dan ketakutan yang berlebih membuat seseorang tidak bisa berbuat apa-apa dan tidak bisa memikirkan apa-apa.

Itu sebabnya, ketika Rasulullah memimpin pasukan perang selalu memibta kepada Allah supaya diberikan ketenangan.

Ketenangan adalah kekuatan yang sangat dahsyat untuk menyelsaikan persoalan.

ketenangan adalah cahaya terang yang menyinari jalan ketika dalam kegelapan.

Dan itu dilakukan oleh beliau dengan membaca ayat kursi.

Buktinya, Allah memberikan kemenangan yang gilang gemilang. Allah kirimkan malaikat untuk menjadi pasukan dan menjadi pengawal dalam mencapai tujuan.

Luar biasa, malaikat diperintahkan oleh Allah memberikan naungan kepada orang yang membaca ayat kursi.

Berdoa dan berzikir dengan ayat kursi tidak terhalang sama sekali, langsung menembus langit dan disambut Allah. Sungguh Mukjizat ayat kursi telah terbukti kebenarannya.

Ayat An-Nabiyyi yang artinya Ayat Nabi.

Rasulullah melanggengkan membaca ayat kursi setelah selesai menjalankan shalat fardhu.

Dalam banyak hal, Rasulullah SAW menganjurkan kepada kita untuk membaca ayat kursi.

Bagi Rasulullah, ayat kursi adalah firman Allah yang dahsyat, nama Allah yang agung, kalimat tauhid yang murni, doa yang mustajab, zikir yang diaminkan malaikat, penolak sihir, penolak bala, pengusir syetan, penyembuh sakit dan sebagainya.

Ayat kursi seakan menjadi senjata dan perbendaharaan Rasulullah SAW dalam menyelsaikan persoalan.

Rasulullah SAW membacanya ketika hendak tidur, ketika menghadapi masalah besar dan menghadapi tipu daya syetan.

Syetan akan menjauh dari rumah yang dibacakan ayat kursi. orang yang sakit karena gangguan jin menjadi sembuh setelah dibacakan ayat kursi.

Itu sebabnya ayat kursi disebut "Ayat Nabi". Semua Nabi Allah membaca ayat kursi. Nabi Musa as membaca ayat kursi ketika menghadapi musuh-musuhnya. Nabi Isa as membaca ayat kursi ketika menyembuhkan orang sakit dan menghidupkan orang yang sudah mati. Begitu juga nabi-nabi yang lain.\

Baca juga: Luar Biasa! Sejumlah Khasiat Mengamalkan Ayat Kursi, Lengkap Dengan Cara Mengamalkannya

Membaca ayat kursi mendapat pahala seperti pahala yang diberikan kepada Nabi. Disebutkan dalam hadits:

"Dari Anas r.a bahwa dia mendengar Rasulullah SAW bersabda: Jika orang beriman membaca ayat kursi dan menjadikan pahalanya untuk orang-orang yang sudah meninggal, maka Allah memasukkan cahaya terang ke dalam kubur setiap mayit dari ujung timur hingga ujung barat, Allah melapangkan hatinya, mengangkat derajat setiap mayit, Allah memberikan pahala bagi yag membaca sama dengan pahala 60 Nabi, dan Allah menjadikan untuk setiap huruf ada malaikat yang terus bertasbih kepada Allah sampai hari kiamat".

Ayat Syaafiyah, Ayat Yang Menyembuhkan

Ayat kursi disebut juga "Ayat Syafiyah", artinya ayat yang menyembuhkan atau ayat pengobatan.

Seperti disebutkan dalam hadits, bahwa suatu hari didatanglan seseorang yang sedang merintih kesakitan ke hadapan rasulullah, lalu beliau membaca ta'awudz dan ayat kursi maka tiba-tiba orang itu tidak merintih lagi dan seperti tidak merasakan apa-apa.

Dalam banyak hadits, Rasulullah SAW mengajarkan untuk penyembuhan dengan membaca ayat kursi, misalnya untuk bekam (mengeluarkan darah kotor), ruqiyah (pengobatan mental), mengobati orang yang terkena sihir dan lain sebagainya.

Kita memang harus berikhtiar dengan segala kesungguhan. Tetapi kita tidak boleh serta merta menyerahkan sepenuhnya kepada orang yang semata-mata punya keahlian.

Karena sesungguhnya kita sebenarnya juga mempunyai kemampuan dan kekuatan untuk menyembuhkan diri sendiri.

Kemampuan itu bermula dari optimisme dan keyakinan pada Ayat Suci Al Quran.

Allah juga menyatakan:

"Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi obat penawar (penyembuh) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan AL Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (Qs. Al Isra:82).

Para ulama banyak sekali menggunakan ayat-ayat Al Quran sebagai terapi penyembuhan berbagai penyakit.

Dan ayat kursi merupakan bacaan terpenting dalam usaha untuk menyembuhkan penyakit seseorang.

Ayat Alfu Barakah yang artinya ayat 1000 berkah

Kita dapat meraih hidup yang berkah, karena keberkahan akan mengantarkan pada kebahagiaan dan ketentraman.

Hidup yang berkah adalah hidup yang indah. Jasad yang berkah adalah jasad yang menikmati indahnya hidup, tidak sakit-sakitan, makan enak dan tidur nyenyak, buang kotoran lancar.

Harta yang berkah adalah harta yang yang membuat hidup berkecukupan, walaupun nominalnya tidak seberapa, tetapi manfaatnya luar biasa, pendidikan anak tidak terlantar, bisa bersedekah dan membantu orang lain.

Rumah tangga yang berkah adalah rumah tangga yang dibalut dengan kasih sayang.

Pendeknya "berkah" adalah kebaikan yang terus bertambah-tambah pada apa saja, kapan saja dan di mana saja.

Untuk memperoleh hidup berkah, tentu kita harus menempuh cara yang diridhai Allah, ikuti jalan yang ditunjukkan oleh Rasulullah.

Salah satu caranya adalah hendaknya sebelum kita melakukan sesuatu demi mendapatkan sesuatu, kita menyebut nama Allah.

Bacaalah ayat kursi dengan niat memperoleh keberkahan atas apa yang kita inginkan.

Ayat kursi disebut "Ayat 1000 Berkah" karena dapat mendatangkan seribu berkah, seribu rahmah, dan bahkan seribu kebaikan.

Rasulullah SAW berwasiat kepada Ali Bin Abi Thalib:

"Jangan kamu tinggalkan membaca ayat kursi, karena di dalam setiap hurufnya ada 1000 berkah dan 1000 rahmah".

Ayat Ash- Shidqi, Ayat kebenaran

Ash- Shiddiqiin adalah pengikut-pengikut para nabi. merekalah yang membenarkan apa yang disampaikan para nabi, menjalankan syariat dan ajaran nabi, dan memperjuangkannya hingga bisa diamalkan oleh umat manusia.

Betapa besarnya pahala shiddiqin di sisi Allah. Mereka berjuang bersama para nabi, dengan pengorbanan harta, jiwa, raga, waktu dan meninggalkan kesenangan dunia.

Mereka menjadi penyambung lidah atas syariat yang diajarkan nabi hingga sampai kepada kita.

Mereka mengajarkan begitu banyak kebajikan kepada umat manusia.

Mereka adalah orang-orang yang jujur menyampaikan apa yang disampaikan oleh nabi.

Kalau satu kebaikan saja dibalas oleh Allah dengan 10 kebaikan dan dilipatgandakan sampai tak terhingga, kalau infak yang mereka keluarkan di jalan Allah mendapat balasan 700 kali lipat dan digandakan sampai tak terhinga; kalau doa mereka sama dengan doa 40 orang; maka apakah kita bisa mendapatkan seperti apa yang mereka dapatkan?

Ayat kursi sungguh sangat dahsyat pahala. Orang yang melanggengkan membaca ayat kursi setiap sahalat fardhu, Allah akan memberikan pahalanya kepadanya seperti pahala yang diberikan kepada mereka golongan 'Siddiqin".

Doa yang kita panjatkan dan didahului dengan ayat kursi, sama mustajabnya dengan doa siddiqi. Barangsiapa yang ingin mendapatkan kejujuran dari orang yang mengkhianatinyam atau kejujuran dari orang yang dicurigainya, maka hendaklah melanggengkan membaca ayat kursi dengan niat memperoleh kejujuran dan keterbukaan atas segala yang disembunyikan.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved