Waspada Hepatitis Misterius Seusai Libur Lebaran

Kemenkes RI mengeluarkan edaran soal temuan penyakit hepatitis misterius. Tiga anak dikabarkan meninggal diduga karena hepatitis akut.

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Mega Nugraha
via Metro UK
ilustrasi hepatitis akut atau penyakit kuning pada anak 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin 

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Kemenkes RI mengeluarkan edaran soal temuan penyakit hepatitis misterius. Tiga anak dikabarkan meninggal diduga karena hepatitis akut.

Penyakit yang disebutkan menular secara langsung atau kontak erat ini menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi. Terlebih setelah libur lebaran, dimana kawasan wisata pantai yang kondisinya tidak steril 100 persen bisa menjadi salah satu faktor penyebaran hepatitis misterius

Kepala Bidang Upaya dan Pembiayaan Kesehatan (Kabid UPK) Dinkes Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi mengatakan, saat ini di Kabupaten Sukabumi belum ada laporan kasus hepatitis misterius. Pihaknya masih melakukan pengkajian surat edaran Kemenkes RI. 

"Belum ada yang terlaporkan untuk kasus, kita sekarang sedang mempedomani surat edaran dari Kementerian Kesehatan mengenai Hepatitis yang belum diketahui penyebabnya, kita masih dalam tahap itu," ujarnya via telepon, Kamis (5/5/2022) malam. 

Dinkes saat ini tengah berupaya melakukan pencegahan agar tidak ada yang terjangkit kasus ini. Diantaranya menginformasikan ke semua fasilitas kesehatan dan imbauan kepada masyarakat tentang penyakit hepatitis misterius ini. 

"Kita juga terus melakukan kewaspadaan dini dan kita sudah menginformasikan ke semua fasilitas kesehatan seperti puskesmas, rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya, juga kepada masyarakat umum untuk tetap waspada dan juga menginformasikan sesuai dengan sudaran edaran dari Kemenkes," katanya. 

Dinkes meminta agar masyarakat menghindari tempat yang berpotensi menularkan hepatitis misterius seperti area bermain kolam renang, hingga tempat umum yang tidak steril. Selain itu, masyarakat juga diminta menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), salah satunya dengan cuci tangan pakai sabun. 

"Di sana sudah jelas di imbauan-imbaun dari Kementerian Kesehatan juga, kita meneruskan imbauan itu yang kemungkinan penyebab terjadinya hepatitis, ada beberapa imbauan misalkan terus menerapkan hidup bersih dan sehat, diantaranya terus cuci tangan pakai sabun, menghindari tempat-tempat yang bisa menularkan seperti kolam renang, tempat-tempat umum yang tidak steril," terangnya.* (M Rizal Jalaludin)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved