Breaking News:

Covid-19 Belum Usai, Kini Muncul Ancaman Hepatitis Akut, Begini Kata Dinas Kesehatan Kota Bandung

Kasus Covid-19 belum selesai, kini dunia dalam ancaman wabah penyakit lain, hepatitis akut. Dinas Kesehatan Kota Bandung sebut wabah penyakit itu belu

via Metro UK
ilustrasi hepatitis akut atau penyakit kuning pada anak 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kasus Covid-19 belum selesai, kini dunia dalam ancaman wabah penyakit lain, hepatitis akut. Dinas Kesehatan Kota Bandung sebut wabah penyakit itu belum ditemukan di Bandung. 

Dinkes Kota Bandung bersiaga dengan melakukan langkah-langkah antisipasi guna mencegah dan mengetahui penyakit hepatitis akut pada anak ini apakah terjadi juga di Bandung.

"Kami meminta kepada warga jangan lengah dan jika ditemui gejala-gejala awal, seperti muntah, diare berat, demam, kejang, kuning, dan penurunan kesadaran segeralah dibawa ke rumah sakit, karena itu tanda-tanda gejala hepatitis akut yang terjadi pada anak," kata Kadinkes Kota Bandung, Ahyani Raksanagara saat dihubungi, Rabu (4/5/2022).

Dia juga menyebut sejauh ini penyakit tersebut memang belum diketahui penyebabnya. Yang pasti, dia meminta warga meningkatkan kewaspadaan untuk kasus penyakit hepatitis akut ini.

Baca juga: Kemenkes Minta Pemerintah Daerah Waspada Hepatitis Akut, WHO Sudah Nyatakan KLB

"Surveilence dan prokes terus tingkatkan, pastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih. Tak memakai alat makan bersamaan, mencuci tangan, serta hindari kontak dengan orang yang sakit," ujarnya.

Momen lebaran kali ini juga banyak digunakan warga untuk berkunjung ke Kota Bandung untuk berwisata. Ahyani pun mengimbau warga untuk waspada terhadap virus hepatitis akut ini, salahsatunya dengan protokol kesehatan ketat.

"Saya minta warga tetap waspada dan bagi yang belum divaksin segera divaksin dengan datang ke posko kesehatan yang ada, jalani terus prokes utamanya di tempat wisata yang banyak didatangi warga," ucapnya.

Berdasarkan data dari Kemenkes RI, penyakit ini menjadi dugaan penyebab kematian ketiga anak yang viral. Kemenkes tengah berupaya melakukan investigasi terkait kejadian Hepatitis misterius ini dan kini tengah melakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap.

Kemenkes melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang Tidak Diketahui Etiologinya (Acute Hepatitis Of Unknown Aetiology) tertanggal 27 April 2022.

Surat edaran tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan dukungan pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, sumber daya manusia (SDM) kesehatan, dan para pemangku kepentingan terkait kewaspadaan dini penemuan kasus Hepatitis Akut yang tidak diketahui etiologinya.

Laporan terkait temuan penyakit Hepatitis Misterius ini pertama kali ditemukan pada periode Januari-Maret 2022 di kawasan Britania Raya.

Pihak kesehatan setempat melaporkan 10 kasus Hepatitis misterius yang tidak diketahui etiologinya yang menjangkit anak-anak usia 11 bulan-5 tahun. Sejak saat itu, temuan penyakit ini juga dilaporkan terjadi di Amerika dan Asia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan peristiwa ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved