Ramadan 1443 H

Inilah Sederet Ciri-ciri Seorang Muslim Jika Puasa Diterima Allah SWT Dijelaskan Ustadz Adi Hidayat

Umat muslim telah berusaha melaksanakan ibadah puasa Ramadan, ternyata tidak semua amalan diterima. Berikut ciri-ciri seorang muslim yang puasanya

Editor: Hilda Rubiah
Pixabay
ilustrasi Ciri-ciri Seorang Muslim Jika Puasa Diterima Allah SWT 

TRIBUNJABAR.ID - Tak terasa puasa Ramadan tinggal menghitung hari selesai dan purna sampai di Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

Meski umat muslim telah berusaha melaksanakan ibadah puasa Ramadan, ternyata tidak semua amalannya dapat diterima.

Lalu, muslim yang seperti apa ibadah puasanya diterima Allah SWT ?

Berikut ini sederet ciri-ciri seorang muslim yang puasanya diterima Allah SWT.

Baca juga: Tata Cara Taubat Sederhana Dikerjakan di Malam Lailatul Qadar, Ikhtiar Kembalikan Jiwa ke Fitri

Puasa ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkanya dari mulai terbit fajar hingga terbenam matahari sesuai dengan niat dan syarat tertentu.

Selain mendapatkan keberkahan, puasa Ramadhan juga memberikan dampak positif dalam segi kesehatan.

Mulai dari mencegah penyakit jantung hingga meningkatkan kekebalan tubuh dan penyakit lainnya.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.”” (HR. Muslim no. 1151)

Ciri seorang muslim yang puasanya diterima Allah SWT

Tanda puasa diterima Allah SWT, menurut Ustadz Adi Hidayat, yang paling mudahnya orang itu semakin bertambah takwanya.

"Tanda paling singkat ada perubahan nilai takwanya itu disebutkan secara langsung dalam surah Al Baqarah ayat 183," ujar Ustadz Adi Hidayat.

Surat Al-Baqarah Ayat 183

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanụ kutiba 'alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba 'alallażīna ming qablikum la'allakum tattaqụn

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Orang yang bertakwa, lanjut Ustadz Adi Hidayat dapat mudah bahagia, mudah hidup, mudah mendapatkan rezeki, ilmunya meningkat, dosa-dosanya diampuni.

"itulah ciri-ciri orang bertakwa," jelas pria yang kerap disapa UAH.

Jadi bila seseorang mengerjakan puasa maka nilai ketakwaannya akan meningkat.

Lantas, apakah kira-kira puasa kita sudah diterima Allah SWT? 

Jika belum, maka tak ada salahnya jika kita memperbaiki diri di beberapa terakhir sebelum hari raya Idul Fitri tiba. 

Menurut H. Imam Masyhadi, dalam khotbah Jum'at berjudul "Lima Dosa yang Menghapus Pahala Puasa" yang diterbitkan di laman Kemenag Jatim, ada dosa tertentu yang dapat mengurangi pahala berpuasa.

Baca juga: Amalan-amalan Sunnah Saat Hari Raya Idul Fitri, Mandi hingga Mengumandangkan Takbir

5 Perbuatan yang Menghapus Pahala Puasa

1. Berbohong

Orang yang sedang menjalankan ibadah puasa, namun melakukan kebohongan maka pahala puasanya akan berkurang.

Orang berbohong adakalanya hanya untuk iseng, untuk mempermudah urusan dan menghindari pertanyaan- pertanyaan yang tidak penting.

Hal ini dikarenakan berbohong dapat menyebabkan sesuatu yang buruk.

Ada pula berbohong untuk mencari keuntungan, atau tidak mendapatkan keuntungan tetapi mengakibatkan  kerugian orang lain.

2. Ghibah

Ghibah atau menggunjing adalah perbuatan menceritakan orang  lain tentang perkataannya, perbuatannya atau keadaan  pribadinya.

Adapun isi cerita itu benar-benar sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Jika yang diceritakan itu tentang kebaikannya atau hal-hal yang tidak membuatnya  sakit hati, gunjingan ini boleh dan tidak berdosa, seperti menceritakan tentang kelucuan, kecerdikan dan sebagainya.

Gunjingan yang haram adalah dengan ukuran, sekiranya  orang yang digunjingkan itu mendengar, ia tidak rela.

Nabi Muhammad SAW menjelaskan maksud ghibah ini dengan  sabdanya :

“(ghibah adalah) engkau ceritakan tentang saudaramu, yang sekiranya ia mendengar ia tidak rela.”

Jika isi gunjingan itu melebihi keadaan yang sebenarnya, atau mengada-ada dengan menambah keburukannya, maka itu disebut Fitnah.

Fitnah ini lebih buruk dari pada ghibah dan berakibat lebih berbahaya.

Hukum fitnah juga haram dan jika dilakukan dalam bulan Romadhon, serta dapat menghapuskan pahala puasa.

3. Mengadu Orang Agar Bermusuhan

Perbuatan mengadu dua orang atau lebih dengan tujuan menimbulkan permusuhan dapat mengurangi bahkan menghapus pahala orang yang berpuasa.

Mengadu orang merupakan tindak lanjut dari gunjingan atau fitnahan.

Permusuhan yang terjadi akibat diadu akan membawa kerugian pada banyak pihak.

4. Melakukan Sumpah Palsu

Orang yang bersumpah palsu pasti dengan sengaja akan menguntungkan suatu pihak dan merugikan pihak yang lain.

Sumpah palsu ini berhubungan dengan berbohong.

Perbuatan dosa ini akan menghilangkan kebenaran berganti dengan kezholiman.

5. Memandang Lawan Jenis dengan Syahwat

Orang yang sedang berpuasa wajib menahan hawa nafsu, termasuk hasrat terhadap lawan jenis.

Makna dari syahwat di sini adalah adanya dorongan dari hati untuk memandangnya atau meneruskan pandangan yang mulanya tidak disengaja.

Baca juga: Apakah Itikaf Harus di Mesjid demi Meraih Lailatul Qadar? Begini Penjelasan Ustaz Adi Hidayat

Hal-hal yang Membatalkan Puasa

Puasa seseorang dapat dikatakan batal jika melakukan perbuatan yang dilarang bagi orang yang sedang berpuasa.

Berikut ini daftar beberapa hal yang dapat membatalkan puasa, dikutip dari Gramedia:

1. Makan, minum atau memasukkan benda dengan sengaja ke dalam lubang atau rongga tubuh

Perbuatan utama yang wajib dilakukan orang yang sedang berpuasa adalah menahan diri dari makan dan minum sejak waktu fajar hingga terbenamnya matahari.

Sehingga, makan dan minum dengan sengaja dapat membatalkan puasa.

Selain makan, segala aktivitas mengonsumsi benda ke dalam mulut dapat membatalkan puasa, misalnya merokok dan menyuntikkan obat atau vitamin atau cairan lainnya ke dalam tubuh.

2. Melakukan kegiatan seksual

Hal ini jelas akan membatalkan puasa, karena ibadah puasa bertujuan menjaga seseorang yang menjalankannya agar menahan hawa nafsu.

Selain itu, orang yang melakukan kegiatan seksual dikhawatirkan dapat menyebabkan dirinya dalam keadaan tidak suci, sehingga puasanya batal.

3. Bekam

Bekam atau aktivitas mengeluarkan darah yang mengandung toksin dari tubuh manusia dapat membatalkan puasa.

Hal ini dikarenakan seseorang yang berpuasa tidak diperkenankan untuk mengeluarkan apapun yang ada di dalam tubuh saat puasa termasuk mengeluarkan darah.

Sehingga, bekam merupakan hal yang membuat batal puasa.

4. Menyengajakan keluarnya air mani

Orang yang berpuasa wajib ada dalam keadaan suci.

Sehingga, mengeluarkan air mani atau sperma dapat membuat batal puasa.

5. Haid atau nifas

Saat berpuasa, seseorang harus berada dalam keadaan suci atau terhindar dari najis besar, seperti haid/nifas.

Darah yang keluar saat haid atau nifas merupakan darah kotor yang tergolong najis besar, sehingga dapat membuat batal puasa.

6. Kehilangan akal (gila atau tiba-tiba pingsan)

Orang yang hilang akal tidak diwajibkan untuk berpuasa, karena sudah tidak bisa berfikir secara jernih.

Sehingga orang sedang berpuasa dan mengalami pingsan atau hilang akal, maka otomatis puasanya batal.

7. Berenang

Pada dasarnya berenang diperbolehkan saat berpuasa.

Namun, jika seseorang yang berpuasa harus menjaga agar tidak ada air yang masuk ke tubuh.

Hal ini pastinya sulit untuk dihindari, jadi sebaiknya menunggu hingga waktu berbuka untuk berenang.

8. Keluar dari agama islam dan memeluk agama lain (murtad)

Murtad merupakan hal yang dapat membatalkan puasa secara mutlak.

Sebagaimana yang diketahui, murtad merupakan hal yang membuat seseorang keluar dari agama Islam.

(TribunStyle/Putri , Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Sebagian Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 5 Perbuatan yang Menghapus Pahala Puasa dan Hal-hal yang Membatalkan Puasa

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved