AS Kades di Sukabumi Jadi Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa, Rugikan Negara hingga Rp 700 Juta

AS ditetapkan sebagai tersangka dalam perkaran dugaan tindak pidana korupsi keuangan Dana Desa (DD).

net
Ilustrasi korupsi 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - AS, Kepala Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi.

AS ditetapkan sebagai tersangka dalam perkaran dugaan tindak pidana korupsi Dana Desa (DD).

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi melalui, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Sukabumi, Ratno Timur Pasaribu, membenarkan penetapan tersangka AS.

"Sudah penetapan tersangka," ujarnya, Sabtu (23/4/2022).

Baca juga: Anak Jokowi Serius Ceraikan Wilmar Karena Bosnya Tersangkut Korupsi Minyak Goreng, Kaesang: Putus

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan menaikkan tahap penyelidikan ke tahap penyidikan dugaan kasus korupsi tersebut.

"Kejaksaan Negeri Kab Sukabumi resmi menaikkan status perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan keuangan Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan tahun anggaran 2019-2020 menjadi penyidikan," kata Ratno.

Ratno mengatakan, penyidikan itu dilakukan dengan diterbitkannya surat perintah penyidikan dari Kajari tanggal 01 Maret 2022.

"Sebelumnya telah dilakukan penyelidikan dalam perkara dimaksud," jelasnya.

Menurutnya, saat ini tim penyidik dari Pidsus Kejaksaan akan melakukan pemeriksaan beberapa saksi terkait kasus tersebut, Kejaksaan juga akan mengumpulkan barang bukti.

"Selanjutnya Tim penyidik dari Seksi Tindak Pidana Khusus (pidsus) akan memeriksa beberapa saksi yang terkait dan mengumpulkan barang bukti," ucapnya.

Baca juga: 4 Modus Korupsi yang Paling Sering Digunakan di 2021, Ada yang Bikin Negara Rugi Rp 22 Triliun

Ia menyebut, dugaan kerugian kasus tersebut mencapai Rp 700 juta lebih sesuai dengan yang tercantum dalam laporan hasil pemeriksaan.

"Adapun dugaan kerugian keuangannya sekitar Rp. 743.220.179 sebagaimana tercantum dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP) Inspektorat Kabupaten Sukabumi," terangnya.*

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved