Tsamara Amany Baru Keluar dari PSI, Video Lama Ketemu Rocky Gerung Viral Lagi
Baru saja Tsamara Amany keluar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), video lamanya bertemu Rocky Gerung di New York viral lagi.
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Baru saja Tsamara Amany mengundurkan diri dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), video lamanya bertemu Rocky Gerung di New York viral lagi.
Tsamara Amany mengumumkan kepergian dirinya dari partai yang membesarkan namanya itu pada Senin (18/4/2022) melalui unggahan video di kanal YouTube miliknya.
Dalam videonya itu, Tsamara Amany menjelaskan alasan keluarnya ia dari PSI karena alasan pribadi dan ingin mengabdi untuk Indonesia melalui cara-cara lain.
Beberapa hari setelah pengumuman pengunduran dirinya, beredear di media sosial video lama Tsamara Amany ketika sedang berada di New York bersama sang suami Ismail Fajrie Alatas.
Pasalnya pada video tersebut, Tsamara Amany tidak hanya berdua bersama sang suami, tetapi tidak sengaja bertemu pengamat politik yang wajahnya sering berlalu lalang di layar kaca, Rocky Gerung.
Sejatinya, video yang kini viral itu dibagikan oleh Tsamara Amany pada tahun 2020 lalu.
Tsamara Amany mengunggah video tersebut pada akun Twitter pribadi miliknya.
"Biasanya kalau ketemu Bang Rocky Gerung selalu ketika debat. Sesekali boleh lah santai. Sikap politik boleh beda, tapi jangan sampai musuhan," tulis Tsamara Amany dikutip pada Jumat (22/4/2022).
Dalam video tersebut, Tsamara Amany membagikan momen pertemuannya yang tidak disengaja dengan Rocky Gerung.
"Hai sekarang kita ada Bang Rocky Gerung nih di New York," kata Tsamara Amany.
"Iya seneng banget ini ketemu sahabat lama. Ya kan. Bung Rocky Gerung," sambung sang suami, Ismail Fajrie Alatas.
Pada video itu, Rocky Gerung mengungkapkan pertemuannya dengan kedua pasangan itu tidak sengaja.
"Gua lagi mau nyari tempat kopi. Eh ada dua pemuda dan pemudi. Tidak sengaja loh ketemu," ungkap Rocky Gerung.
Ketiganya pun tertawa bersama dan terlihat akrab, meskipun Tsamara Amany yang saat itu masih berprofesi sebagai politikus seringkali berbeda pandangan dengan Rocky Gerung.
Baca juga: Rekam Jejak Tsamara Amany, Politikus yang Baru Saja Keluar dari PSI, Awalnya Skeptis pada Politik
Tsamara Amany Mundur dari PSI
Pengumuman ini dilakukannya melalui sebuah unggahan video di akun Instagram dan kanal YouTubenya pada Senin (18/4/2022).
Dalam video tersebut, Tsamara Amany menyatakan alasan dirinya mengundurkan diri adalah atas dasar kepentingan pribadi serta membutuhkan perjalanan baru.
“Saya merasa, saya membutuhkan perjalanan baru di luar partai politik."
"Untuk saat ini, saya ingin fokus mengabdi untuk Indonesia melalui cara-cara lainnya,” ujarnya.
Cara-cara lain yang dimaksud Tsamara adalah fokus menyuarakan dan mengabdi untuk kepentingan perempuan.
Tsamara juga menegaskan, mundurnya dirinya dari PSI bukan untuk berpindah ke partai politik (parpol) lain.
“Perlu ditegaskan bahwa saya mengundurkan diri dari PSI secara baik-baik tanpa konflik apapun atau perbedaan pandangan,” tegasnya.
Baca juga: Tsamara Amany Mundur dari PSI, Tegaskan Bukan Karena Beda Pandangan
Sosok Tsamara Amany
Tsamara Amany Alatas merupakan politisi muda yang lahir pada 24 Juni 1996.
Dikutip dari Tribunnewswiki, Tsamara merupakan lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina dan diseslesaikannya pada tahun 2018 dengan predikat magna cumlaude.
Setelah itu, ia memperoleh beasiswa dari lembaga pemberi beasiswa bagi mahasiswa di Amerika Serikat (AS), Fullbright sekira pada pertengahan tahun 2020 lalu.
Saat ini, Tsamara sedang menempuh pendidikan pasca sarjana di New York University.
Sejak remaja, Tsamara memiliki ketertarikan terhadap dunia politik.
Hanya saja belum terpikirkan untuk terjun di dalamnya.
Sosok yang menamatkan pendidikan menengahnya di New Zealand INternational School Jakarta ini mulai aktif menulis pada tahun 2014.
Ia menulis terkait dua sosok yang diidolakan yaitu Presiden Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
Tsamara menulis kedua sosok tersebut melalui blog yang dimilikinya.
Tulisan-tulisannya itu pun membuat Tsamara dan beberapa blogger diundang oleh Jokowi ke Istana Negara pada tahun 2015.
Ketertarikan Tsamara terhadap politik pun semakin besar.
Hal tersebut dibuktikan dengan dirinya memulai membaca buku-buku Soekarno seperti Penyambung Lidah Rakyat, Sarinah, dan lain-lain.
Pada saat itu, ia juga bergabung di Komunitas Pendukung Ahok (Kompak) dan menjadi saksi mewakili Kompak dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK) tentang syarat persentase maju jalur independen dalam Pilkada.
Kemudian dirinya pun juga berkesempatan magang selama empat bulan di tim Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
Pengalaman magang itu pun membuat Tsamara semaki mantap ingin menjadi seorang yang memiliki kuasa agar dapat membuat sebuah kebijakan yang bermanfaat.
Sebelum masuk ke dunia politik, ia pun sempat skeptis terhadap parpol namun akhirnya Tsamara menyadari untuk menjadi pejabat jalur yang masuk akal ke dalam parpol.
Singkat cerita, lantaran sering berdebat dengan Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, Tsamara pun ditawari untuk bergabung ke PSI.
Tsamara pun mengiyakan dan bergabung sebagai ketua DPP bidang eksternal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/tsamara-amany-ketemu-rocky-gerung.jpg)