Buruh di Cirebon Ditangkap Polisi, Adik Ipar Masih di Bawah Umur Dirudapaksa Selama Bertahun-tahun

Buruh berinisial ROP (31) asal Kabupaten Cirebon merudapaksa adik iparnya sendiri yang masih di bawah umur.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Ahmad Imam Baehaqi
Polisi ungkap kasus rudapaksa seorang buruh terhadap adik ipar sendiri 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Buruh berinisial ROP (31) asal Kabupaten Cirebon merudapaksa adik iparnya sendiri yang masih di bawah umur.

Bahkan, tersangka melakukan rudapaksa itu berulang kali sejak korban masih kelas 4 SD hingga kini kelas 3 SMP.

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Anton, mengatakan, ROP pertama kali melakukan tindakan bejat kepada korban pada 2018.

Menurut dia, tersangka mengancam akan membunuhnya jika melawan maupun melaporkan peristiwa itu sehingga korban tidak berdaya.

Baca juga: Ditinggal Suami Salat Tarawih, Wanita di Sukabumi Nyaris Jadi Korban Rudapaksa

"ROP mengancam sambil mengacungkan pisau ke leher korban," kata Kompol Anton saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Sabtu (16/4/2022).

Selain itu, tersangka juga membekap menggunakan bantal sehingga korban tidak dapat bergerak untuk melalukan perlawanan.

Ia mengatakan, tersangka pertama kali rudapaksa korban pada 2018, kemudian berulang kali melakukannya disertai ancaman pembunuhan.

Hingga akhirnya tindakan itu dilaporkan ke Unit PPA Satreskrim Polresta Cirebon, dan petugas berhasil menangkap tersangka pada awal April 2022.

"Saat ini, ROP sudah ditahan di Mapolresta Cirebon dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas Unit PPA," ujar Anton.

Anton menyampaikan, barang bukti yang diamankan dalam kasus itu, di antaranya, bantal dan pisau yang digunakan tersangka untuk membekap serta mengancam korban.

Pihaknya juga mengamankan barang bukti lain berupa pakaian yang dikenakan korban saat kejadian dari mulai baju, celana, dan lainnya.

"Atas perbuatannya, ROP dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dan diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara," kata Anton.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved