8 Anak-anak Serang 3 Pemuda Pakai Senjata Tajam, 1 Meninggal dan 2 Terluka Serius

Saat berkeliling itulah, MD mendapat luka sabetan senjata tajam dan meninggal seketika. Dua rekannya turut diserang.

Kompas.com/Alsadad Rudi
ILUSTRASI SENJATA TAJAM 

TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA- Delapan anak di bawah umur menyerang sejumlah pemuda menggunakan senjata tajam di Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (9/4/2022) dini hari.

Akibatnya, serangan para remaja itu, seorang pemuda meninggal dunia dan satu orang lagi terluka berat.

Pemuda berinisial MD (20) meninggal dunia seketika akibat luka sabetan senjata tajam

Kedua rekan MD mengalami luka serius akibat sabetan celurit di bagian punggung belakang.

Kapolsek Palmerah, AKP Dodi Abdulrohim, mengatakan penyerangan itu terjadi di Jalan Sanip, Kelurahan Jati Pulo, Kecamatan Palmerah. 

Baca juga: Sedang Patroli, Ketua RW Diserang Belasan Remaja yang Diduga Akan Tawuran, Diancam Parang

Sebelum kejadian, MD dan sejumlah rekannya tengah berkeliling membangunkan warga untuk sahur.

"Pada saat itu, memang anak-anak itu sedang acara membangunkan sahur," ujar Dodi.

Saat berkeliling itulah, MD mendapat luka sabetan senjata tajam dan meninggal seketika. Dua rekannya turut diserang.

"Korban tiga orang, satu orang meninggal dunia ketika dibawa di rumah sakit, MD sudah tidak tertolong lagi. Korban AR dan A sudah menjalani operasi dan sedang dalam perawatan," kata Dodi.

Polisi telah menangkap delapan pelaku penyerangan bersenjata tajam tersebut. Semuanya masih di bawah umur, yakni J (14), R (14), AN (16), GEF (15), SR (14), NR (14), RR (14) dan RF (14).

Mereka dikenakan pasal 170 dan 358 KUHP dengan ancaman hukuman di atas tujuh tahun penjara.

Karena pelaku masih di bawah umur, polisi pun berkoordinasi dengan pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas) untuk sistem peradilan pidana terhadap para pelaku.

Baca juga: Diserang Kawanan Geng Motor Bawa Celurit, Tangan Remaja di Majalengka Putus, Temannya Kena Tebas

Sementara itu, Widya, Pembimbing Permasyarakatan Bapas, mengatakan bahwa pihaknya akan mengkaji pelaksanaan diversi untuk anak yang bermasalah dengan hukum tersebut.

"Kami sudah menggali data untuk mencari tahu langkah ke depannya, apakah anak ini akan langsung ke peradilan atau kita laksanakan dulu diversi," kata Widya di lokasi yang sama.

Berdasarkan UU RI No 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) atau hukum peradilan anak, biasanya anak di bawah 14 tahun tidak boleh ditahan.

"Ini kendala kami dan polisi dalam menangani kasus anak di bawah usia 14 tahun. Oleh aturan tersebut, kami tetap akan melakukan diversi, meskipun hasilnya gagal atau tidak," kata Widya.

Mereka dititipkan di Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Anak (LPKS) Cipayung, Jakarta Timur.

"Kami titipkan ke LPKS Cipayung. Dari kepolisian, kemarin sore sudah berangkat. Pelaku di sana sampai proses peradilan," kata Widya. (Penulis : Mita Amalia Hapsari)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "8 Anak di Bawah Umur Serang Sekelompok Pemuda di Palmerah dengan Sajam, 1 Tewas dan 2 Luka Berat"

Sumber: Kompas
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved