Kamis, 9 April 2026

14 Rumah di Bandung Barat Terdampak Pergerakan Tanah, Retakan Ada yang Hingga Satu Meter

Sebanyak 14 rumah warga di Kampung Citiis, RT 06/RW 06, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, terdampak pergerakan tanah.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Terjadi pergerakan tanah di Kampung Citiis, RT 06/RW 06, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Dok. BPBD KBB) 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Sebanyak 14 rumah warga di Kampung Citiis, RT 06/RW 06, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terdampak pergerakan tanah.

Beruntung semua rumah yang terdampak bencana pada Selasa (12/4/2022) itu sampai saat ini belum ada yang sampai mengalami kerusakan ataupun tergerus longsor akibat bencana pergerakan tanah ini.

Kepala Pelaksana BPBD Bandung Barat, Duddy Prabowo, mengatakan, penyebab pergerakan tanah tersebut karena hujan deras yang mengguyur wilayah itu.

Akibatnya, tanah tempat berdirinya rumah warga pun menjadi retak.

"Penyebabnya karena intensitas hujan deras kemarin, jadi ada tanah yang akhirnya retak. Ada potensi pergerakan tambahan kalau diguyur hujan deras lagi," ujarnya saat dihubungi, Rabu (13/4/2022).

Ukuran tanah yang bergeser di setiap titiknya, kata Duddy, sejauh ini masih berbeda-beda berkisar antara lima sentimeter sampai satu meter.

Baca juga: Ciro Alves Resmi Milik Persib Bandung, Komentar Bos Teddy Tjahjono Tarik Perhatian, Banjir Komentar

"Berdasarkan hasil asessmen ada 14 rumah warga yang terancam akibat pergerakan tanah tersebut. Beruntung sampai saat ini belum ada rumah yang terdampak langsung," kata Duddy.

Namun pihaknya memprediksi, rumah-rumah warga itu kemungkinan bisa terdampak langsung jika pergerakan tanah kembali terjadi di titik yang sama.

Untuk antisipasi hal itu, pihaknya menutup retakan tanah tersebut agar tidak terus menerus terekspos air hujan yang bisa menyebabkan kontur tanah menjadi lebih labil. 

"Karena kalau terus dialiri air bisa jadi lebih labil dan menyebabkan pergerakan tanah susulan," ujar Duddy. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved