Minggu, 19 April 2026

Perjalanan Hidup Dedi Mulyadi, Pernah Tiga Hari Tiga Malam Menahan Lapar, Tidur Pun Beralaskan Kain

Di balik kiprahnya hingga saat ini, rupanya anggota DPR RI Dedi Mulyadi memiliki cerita yang sangat memilukan

Editor: Ichsan
dok.dedi mulyadi
Dedi Mulyadi saat menemui nenek sebatang kara yang tinggal di gubuk tepi hutan. Dedi pun menawarinya kerja dan pindah tempat tinggal. 

TRIBUNJABAR.ID - Di balik kiprahnya hingga saat ini, rupanya anggota DPR RI Dedi Mulyadi memiliki cerita yang sangat memilukan. Bagaimana tidak, ia dulu pernah tidak makan selama tiga hari tiga malam dan tidur beralaskan kain.

Seperti diketahui Kang Dedi Mulyadi sendiri lahir dan besar di Kampung Sukadaya, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang. Beranjak dewasa pria kelahiran 11 April 1971 ini hijrah ke Purwakarta menyusul salah seorang kakaknya.

“Kakak saya atau orang kenal dengan sebutan Mamah Cimaung dulu ngontrak di belakang Toko Oli Makmur, rumahnya sudah dengdek (miring), punya kasur cuma satu,” kata Dedi.

Selama kurang lebih satu tahun tinggal di rumah tersebut, Dedi tidur di bagian depan rumah tanpa kasur.

“Saya tidur di bagian depan rumah tanpa kasur hanya beralaskan samping (kain) sobek, gak pakai bantal. Itu setahun,” ucapnya.

Baca juga: Kisah Rizky, Bocah Kelas 2 SD yang Mahir Servis AC dan Bikin Dedi Mulyadi Teteskan Air Mata

Namun hal tersebut tak membuat Dedi larut dalam kesengsaraan. Justru karena tidak bisa tidur nyenyak dan kerap terbangun saat tengah malam, Dedi pun lebih banyak menghabiskan waktu bertafakur di Masjid At Taqwa Sindangkasih.

Singkat cerita Kang Dedi pun melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Purnawarman Purwakarta. Di sini ia mulai merintis karier organisasi sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Purwakarta.

“Selama dua hari saya tidur di Sukarata tidak pakai kasur, baru ketemu kasur itu di Usman Singawinata, Sekretariat HMI,” katanya.

Selama tinggal di sekretariat tersebut, Dedi hidup serba pas-pasan hanya bisa makan dengan mi instans yang dibelinya dari warung.

“Di Usman itu di depan ada tukang indomie orang Kuningan. Karena tidak punya uang suka alasan beli indomie piringnya di bawa, besoknya masih belum bisa bayar bawa lagi piringnya. Ternyata sudah ada 7 piring berarti sudah 7 hari utang,” tuturnya.

Pada hari ke-8 Dedi pun merasa malu untuk kembali mengutang. Hingga akhirnya ia terpaksa menahan lapar hingga berhari-hari lamanya.

“Karena malu hari ke-8 saya akhirnya tidak makan 3 hari 3 malam, hanya minum air keran. Ketika ditanya teman-teman, saya selalu menjawab sudah makan padahal sudah 3 hari 3 malam tidak makan dan hanya minum air keran,” ucapnya.

Baca juga: Golkar Jabar Prioritaskan Kader Internal di Pilgub Jabar, Dedi Mulyadi Akan Kembali Diusung

Setelah berproses panjang Kang Dedi Mulyadi pun akhirnya mulai merintis karier politik. Kali pertama ia terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta periode 1999-2004 dan langsung duduk sebagai Ketua Komisi E.

Karier Dedi semakin moncer dengan terpilih sebagai Wakil Bupati Purwakarta periode 2003-2008. Berikutnya ia terpilih sebagai Bupati Purwakarta dua periode mulai tahun 2008 hingga 2018. Dan kini ia duduk sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI periode 2019-2024.

“Jangan dipikir apa yang diraih ini mudah. Semuanya berproses, semuanya berurai air mata,” ujar Kang Dedi Mulyadi.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved