Berdayakan Ibu-ibu, Pengusaha Pakaian Muslim di Bandung Ini Raup Omset Ratusan Juta dalam Sehari

Sebelum memulai usaha dibidang jenama kerudung dan pakaian, Destiani bersama suaminya Harry HPL sempat bisnis dibidang otomotif.

Tribun Jabar/ Nazmi Abdurrahman
Destiani (31) bersama karyawannya mengemas ratusan kerudung dan pakaian pesanan pembeli. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebuah toko di Jalan Babakansari, Kiaracondong, Kota Bandung, tampak berantakan. Nota penjualan, serta paket terbungkus plastik hitam siap kirim berserakan di lantai.

Penyebabnya bukan tidak terurus, melainkan di tempat itulah setiap harinya Destiani (31) bersama karyawannya mengemas ratusan kerudung dan pakaian pesanan pembeli.

Ketika ditemui Tribun di kediamannya, Destiani tengah asyik menggoreskan ujung pensil ke kertas di meja. Rupaya ia sedang membuat rekaman penjualan kerudung.

Baca juga: Harga BBM dan Pajak Naik Bersamaan, Ini Harapan Para Pelaku Usaha Jawa Barat Pada Pemerintah

"Hari ini Alhamdulillah, banyak orderan masuk," ujar Destiani, pemilik Vallvi.

Sebelum memulai usaha dibidang jenama kerudung dan pakaian, Destiani bersama suaminya Harry HPL sempat bisnis dibidang otomotif.

"Awalnya saya usaha bengkel sama suami, kemudian kena musibah (banjir bandang) pada 2018, kita colaps. Kita mikir usaha apalagi ya, akhirnya kita memutuskan untuk jualan kerudung saja," katanya.

Ia kemudian terpikir untuk memulai usaha dibidang fesyen, khusunya kerudung, mukena dan pakaiannya.

"Keinginan pasar lagi tinggi, kerudung itu banyak gayanya bisa dikreasikan, kita melihat dari situ ada peluangnya," ucapnya.

Usaha yang dimulai sejak 2019 itu tidak langsung berhasil. Ia sempat mengalami rugi hingga Rp 250 juta, akibat kesalahan dalam perhitungan produksi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved