Berbagi Kebaikan dan Bantuan Jadi Kepuasan Dian Mardiana yang Bergelut 13 Tahun di Bidang Sosial

Berbagi kebaikan dan bantuan kepada orang lain menjadi sesuatu yang menyenangkan dan kepuasan tersendiri seperti yang dirasakan oleh Dian Mardiana

Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/MUHAMAD NANDRI PRILATAMA
Dian Mardiana, Kepala Perwakilan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Barat.  

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Berbagi kebaikan dan bantuan kepada orang lain menjadi sesuatu yang menyenangkan dan kepuasan tersendiri, seperti yang dirasakan oleh Dian Mardiana selaku Kepala Perwakilan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Barat. 

IZI memiliki 16 cabang di Indonesia termasuk salahsatunya di Kota Bandung yang berkantor di Cikutra, Cibeunying Kidul, Bandung. IZI sebagai legalitas lembaga amil zakat nasional (Laznas) memiliki sejumlah program, mulai kesehatan, pendidikan, ekonomi, dakwah, kemanusiaan, dan program Ramadan.

Awal mula terbentuknya IZI, Dian menjelaskan berawal dari adanya undang-undang zakat dan lembaga ini khusus mengelola dana zakat, infaq, dan sedekah, sehingga yayasan tersebut berkonsentrasi untuk berkhidmat bagi masyarakat dan umat yang banyak membutuhkan uluran tangan dari dana zakat.

"Salahsatu program kesehatan di IZI ini adalah rumah singgah pasien. Program ini melayani fakir miskin dan mereka yang memiliki BPJS kelas III yang rujukannya adalah RSHS, RS Cicendo atau lainnya yang berasal dari luar kota, seperti Pangandaran, Cirebon, Sukabumi, dan lainnya. Kasihan kan kalau mereka bolak-balik," ujarnya, Jumat (8/4/2022) di rumah singgah pasien Jalan Jurang nomor 93, Kota Bandung.

Bagi yang ingin mendapatkan fasilitas pelayanan rumah singgah ini, Dian menyebut sangat mudah, yakni dapat langsung menghubungi call center IZI Jabar, serta syaratnya pasien tersebut tak menular sakitnya dan BPJS kelas III.

Sementara itu, untuk program Ramadan, Dian menyebutkan antara lain berbagi paket sembako, seperti yang sudah dilakukan di Bandung Barat, Cianjur, dan esok di Garut. Mereka juga memberikan beasiswa kepada 200 anak tahfiz sekaligus santunan. Selain itu, ada pula program rumah Quran di Karawang dan asrama tahfiz di Jatinangor.

"Kami ada juga layanan ambulan gratis bagi yang sakit dan ambulans jenazah serta layanan mustahiq yang meminta bantuan, hingga ada dai pelosok negeri. Alhamdulillah program paket Ramadan ini menjadi program favorit donatur dan muzaki, apalagi sembako sekarang kan sedang ramai-ramainya dan sangat dibutuhkan masyarakat," katanya seraya menyebut anggaran tersebut bersumber dari dana zakat serta program donasi infaq," katanya.

Program lainnya yang dimiliki IZI Jabar ialah santunan ke guru-guru ngaji, seperti yang sudah dilakukan di Tasikmalaya, Cianjur, dan Kabupaten Bandung. Lalu, ada paket bingkisan untuk anak sekolah yang yatim dan duafa.

"Sebelum pandemi mereka biasanya diajak ke swalayan tetapi sekarang agak susah karena enggak boleh ramai-ramai, maka kami siapkan baju muslim dan perlengkapan sekolah," ujarnya.

Kehadiran IZI Jabar yang sebagai Laznas memiliki kewajiban sesuai undang-undang guna memberikan kontribusi menjadi salahsatu solusi permasalahan umat khususnya di Jabar agar kehadirannya dirasakan masyarakat luas.

"Saya contohkan saja, dahulu sempat lakukan survei ke beberapa rumah sakit sampai ada yang menginap di lorong, musala, parkiran, dan bahkan emperan dekat tempat sampah, lalu akhirnya kami buatkan rumah singgah pasien sebagai solusi bagi pasien untuk beristirahat secara nyaman sambil mengurus agenda pengobatannya," katanya seraya menyebut ada 18 tempat tidur di rumah singgah pasien ini yang selalu penuh.

Selama 13 tahun, Dian berkecimpung di Laznas atau dunia sosial. Dia mengaku mendapatkan keberkahan tersendiri, salahsatunya dapat berkeliling ke sejumlah wilayah untuk membantu orang dan semakin ke sini semakin menikmati.

"Saya justru basic pendidikan dari Akuntansi, lalu teknik komputer, dan sarjananya ekonomi. Ketika bisa memberikan bantuan kepada orang lain dan menjadi solusi bagi mereka, itu sangat senang sekali dengan pertolongan Allah kami menjadinjalan yang dipilih sebagai penyambung kebaikan, serta tentu banyak pengalaman lain yang menyentuh hati yang tak bisa diukur dengan materi," katanya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved