Sejarah Masjid Agung Al-Imam, Dulu Bangunan Panggung, Jadi Saksi Perkembangan Islam di Majalengka

Masjid ini sudah berusia lebih dari 100 tahun. Semula Masjid Agung Al-Imam berbentuk bangunan panggung.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Masjid Agung Al-Amin Majalengka, Kamis (7/4/2022). 

Renovasi yang dilakukan sekitar tahun 1888  tidak mengubah bentuk asli dari bangunan masjid yang berbentuk panggung.

Perubahan bangunan masjid dari bentuk panggung, katanya, baru dilakukan pada tahun 1900 ketika Kabupaten Majalengka dipimpin oleh Bupati Raden Mas Salam Salmon dengan penghulu kabupaten Kiai Haji Muhammad Ilyas.

”Renovasi yang dilakukan waktu itu hampir menyeluruh, sehingga mesjid yang tadinya berbentuk panggung diubah menjadi lantai,” jelas dia.

Perbaikan dan penambahan fasilitas terus dilakukan pada Masjid Al-Imam, seperti pada tahun 1967 pada masa Bupati Kolonel Raden Anwar Sutisna.

Renovasi kemudian diteruskan oleh penggantinya, yaitu Bupati Rd Saleh Sediana.

Masjid yang semula hanya satu lantai, setelah renovasi berubah bentuk menjadi dua lantai.

“Perbaikan atau renovasi masjid ini memakan waktu yang cukup lama, secara keseluruhan pembangunan Al-Imam baru dapat dituntaskan pada tahun 1977,” katanya.

Tujuh tahun kemudian, tepatnya pada masa kepemimpinan Bupati Haji Rd.E. Djaelani, yaitu tahun 1984, perbaikan kembali dilakukan pada Masjid Al-Imam.

Selain dilakukan perbaikan pada bagian gedung, pada tahun itu juga bangunan masjid diperluas agar bisa menampung jemaah yang lebih banyak.

Pembenahan terus dilakukan hingga tahun 1990, yaitu dengan mengubah bentuk atapnya menjadi bentuk kubah.

Dan perbaikan terakhir dilakukan pada tahun 2003 ketika Kabupaten Majalengka dipimpin oleh Bupati Hj Tutty Hayati Anwar.

Menurut Naro, dari awal dibangun hingga sekarang, masjid Al-Imam bukan hanya sebagai tempat salat.

Masjid ini menjadi saksi sejarah perkembangan agama Islam di Kabupaten Majalengka.

“Karena di masjid ini dilakukan kegiatan peribadatan, penyebaran informasi keagamaan, menjalin ukhuwah islamiyah serta pembinaan sosial kemasyarakatan serta pengembangan kebudayaan Islam,” ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved