Sejarah Masjid Agung Al-Imam, Dulu Bangunan Panggung, Jadi Saksi Perkembangan Islam di Majalengka

Masjid ini sudah berusia lebih dari 100 tahun. Semula Masjid Agung Al-Imam berbentuk bangunan panggung.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: taufik ismail
Tribuncirebon.com/Eki Yulianto
Masjid Agung Al-Amin Majalengka, Kamis (7/4/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Masjid Agung Al-Imam Majalengka yang berada di kawasan Alun-alun Majalengka ini menjadi saksi bisu perkembangan Islam di Majalengka.

Masjid ini telah mengalami beberapa kali perubahan, sebelum terlihat seperti sekarang ini.

Masjid Al Imam dapat dikatakan sebagai saksi sejarah perkembangan agama Islam di Kabupaten Majalengka.

Dihimpun dari berbagai sumber, masjid kebanggaan masyarakat Majalengka ini bila dihitung dari awal pembangunan usianya sudah lebih dari 100 tahun.

Bangunan yang berdiri kokoh di jantung Kota Majalengka ini awalnya hanya sebuah masjid kecil, hanya mampu menampung jemaah dengan jumlah terbatas.

Seiring dengan makin bertambahnya jemaah, maka dilakukan perbaikan dan perluasan oleh Kiai Imam Safari, yang menjabat sebagai penghulu kabupaten saat itu.

”Awalnya Al-Imam ini adalah masjid kecil berbentuk bangunan panggung. Penyempurnaan mulai dilakukan oleh tokoh agama Islam Majalengka Kiai Imam Safari yang saat itu menjadi penghulu kabupaten,” ujar Ketua Grup Madjalengka Baheula (Grumala), Nana Rohmana, Kamis (7/4/2022).

Pria yang kerap disapa Naro itu menjelaskan, berdasarkan catatan pada awal pembangunannya, masjid yang sekarang terlihat kokoh dan megah itu hanyalah masjid biasa yang berbentuk panggung.

Ketika Kiai Imam Safari yang menjabat sebagai penghulu kabupaten, kata dia, muncul gagasan serta keinginan untuk melakukan renovasi masjid.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved