Kisah Fajar Mahasiswa ITB Jadi Penghapal Alquran Berawal dari Masalah Keluarga

Muhammad Fajar Sutisna (22) mahasiswa ITB asal Bekasi tengah berjuang jadi hafiz Alquran dengan tinggal di asrama dan ikuti beasiswa penghapal Alquran

Tribun Jabar / Muhammad Nandri Prilatama
Muhammad Fajar Sutisna, mahasiswa ITB asal Bekasi 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Muhammad Fajar Sutisna (22) mahasiswa ITB asal Bekasi tengah berjuang jadi hafiz Alquran dengan tinggal di asrama dan mengikuti beasiswa penghapal Alquran.

Awal mula yang melatarbelakangi ingin belajar Alquran hingga menghapalnya, Fajar bercerita, karena permasalahan di lingkungan keluarga.

"Saya awalnya itu berhijrah (ingin menjadi pribadi lebih baik), dan di lingkungan keluarga tepatnya adik saya orangnya radikal dan yang lainnya pun enggak Islami banget. Akhirnya, saya sempat bertanya ke ustaz saya bagaimana solusinya dan dijawab solusinya hanya satu, yakni ilmu saya harus lebih tinggi dari mereka. Barulah dari sana muncul semangat hijrah dan alhamdulillah Allah membimbing sampai saya bertemu dengan teman yang memang aktif di Rois ketika SMA," ujarnya di Salman ITB, Selasa (5/4/2022).

Fajar mengaku belajar Alquran sejak sekolah dasar, namun ketika SMP sempat berhenti lantaran terlalu sibuk dengan kegiatan les, hingga akhirnya menekuni sekali ketika SMA.

"Ketika meniatkan berhijrah dan untuk membenarkan adik juga keluarga, alhamdulillahnya Allah membimbing saya dengan tentu tak lupa berdoa langsung meminta kepada Allah," katanya seraya pertama serius belajar menghapal Alquran di lembaga Tahsin Al Usmani di Condet, Jakarta Timur.

Dia juga bercerita ada pengalaman yang semakin membuatnya yakin juga bersemangat menghapal Alquran, ialah ketika pertama kali dia melaksanakan qiyamul lail bulanan di Masjid At-Tin, Jakarta.

Saat itu, dia seperti mendapatkan hidayah ketika mendengar bacaan Alquran yang begitu indah dari seorang imam salat yang menyebabkan secara tak sadar air matanya mengalir. 

"Padahal saat itu imam salat hanya membacakan surat An-Nas. Dari sanalah kemudian saya semakin bersemangat untuk belajar Alquran dan mulai ikut-ikut kajian Alquran," kata Fajar.

Ketika disinggung terkait apa yang dia dapatkan ketika mulai menekuni menghapal Alquran, Fajar sebut bahwa keutamaan seseorang yang menghapal Alquran ialah di hari akhir nanti dapat memberikan mahkota kepada kedua orangtuanya.

Selain itu, dia menambahkan orang yang menghapal Alquran pun ada dua pahala yang dia dapatkan.

"Pertama, jika dia dalam membacanya terbata-bata maka dia dapatkan pahala dari kesusahannya ketika membaca dan pahala dari apa yang dia baca. Lalu, pahala keduanya ialah ketika dia membacanya dengan tartil (jelas), maka dalam kehidupannya akan diliputi oleh para malaikat ke mana pun sehingga dapat terjaga baik lisan maupun tingkah lakunya dari perbuatan buruk," ujarnya.

Kini, Fajar mengaku bersyukur kepada Allah SWT, karena dari hijrahnya ini dapat berdampak positif dan mengajak kepada keluarganya baik orangtua maupun kakak, dan adiknya untuk lebih taat kepada Allah sehingga menurutnya dari Alquran dapat membawa keberkahan yang nyata.

Selama perjalanan menghapal Alquran, Fajar mengaku selalu ada saja hambatan. Terlebih, ketika di awal-awal saat SMA yang memang masih disibukkan dengan kegiatan paskibra. Apalagi, jarak antara lembaga tashin, sekolahnya, dan tempat tinggal yang saling berjauhan membuat dia sesekali diliputi rasa lelah dan kantuk.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved