Persib Bandung

Tak Hanya Persib, Persija Juga Diduga Mainkan Sepak Bola Gajah Lawan PSS, Persipura: Kami Tidak Buta

Persipura meminta PSSI melakukan investigasi mengenai dugaan sepak bola gajah di dua laga Liga 1.

Editor: taufik ismail
Penyerang Persib Bandung David da Silva (putih) melepaskan tembakan ke gawang Persipura Jayapura dalam laga pekan ke-26 Liga 1 2021-2022 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Jumat (18/2/2022) malam. (ligaindonesiabaru.com) 

TRIBUNJABAR.ID - Tak hanya Persib Bandung, Persija Jakarta pun disorot oleh Persipura Jayapura setelah tim berjuluk Mutiara Hitam itu degradasi ke Liga 2.

Persija juga dituding melakukan sepak bola gajah di pekan terakhir Liga 1 2021/2022.

Di laga tersebut Persija kalah 0-2 dari PSS Sleman.

Persija menurunkan skuad lokal dalam laga tersebut.

Tak ada pemain asing yang diturunkan.

Sejumlah pemain yang kerap jadi starter disimpan di bangku cadangan seperti Osvaldo Haay dan Andritany.

Ketua Umum Persipura Jayapura Benhur Tomi Mano (BTM) mengatakan pihaknya akan mengirim surat secara resmi kepada PSSI untuk meminta adanya investigasi dua laga di pekan ke-34 Liga 1 2021/2022.

Manajemen Persipura menilai ada indikasi praktek sepak bola gajah di dua laga tersebut yang perlu diinvestigasi oleh otoritas sepak bola Indonesia.

Dua laga tersebut yaitu Persija Jakarta vs PSS Sleman dan Barito Putera vs Persib Bandung.

BTM juga mengatakan, dalam waktu dekat, pihaknya akan menyampaikan ke publik terkait kronologi serta sikap PT Liga Indonesia Baru (LIB) sehingga tidak hadirnya Persipura Jayapura saat menghadapi Madura United pada 21 Februari 2022 lalu.

“Saat ini konsentrasi kami adalah bersurat secara resmi kepada federasi (PSSI) melalui badan yudisialnya untuk melaporkan dan meminta dilakukan investigasi atas dua pertandingan di pekan ke-34,” kata BTM sapaan akrabnya dalam rilis yang diterima Tribun-Papua.com, Senin (4/4/2022) sore.

Menurut BTM, bukan hanya pihaknya yang merasa janggal dengan dua laga tersebut tetapi hampir sebagian publik sepak bola Indonesia berpendapat yang sama.

“Bukan hanya kami, tetapi publik juga menduga adanya pelanggaran fair play dan juga dugaan pelanggaran regulasi di sana, kita semua tidak buta, dan kita juga bukan orang yang baru tahu sepak bola, jelas ada hal yang aneh di sana,” ujarnya.

“Reaksi publik atas kejanggalan kedua pertandingan tersebut dapat terlihat dari status dan komentar di berbagai media sosial,” ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved