Setelah Hampir Dua Bulan Berada di Level 3, Kota Bandung Kini Level 2, Ada Relaksasi Lagi

Kota Bandung kini berada di level 2 pemberlakukan pembatasan masyarakat (PPKM) per Senin (4/4/2022).

Penulis: Tiah SM | Editor: Giri
Humas Pemkot Bandung
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kota Bandung kini berada di level 2 pemberlakukan pembatasan masyarakat (PPKM) per Senin (4/4/2022), berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2022.

Kota Bandung berada di PPKM level 3 hampir dua bulan.

Penurunan level Kota Bandung dari PPKM level 3 menjadi level 2 ditetapkan berdasarkan capaian total vaksinasi dosis dua yang telah melebihi batas minimal 50 persen. 

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, mengatakan, vaksinasi di Kota Bandung terus dipercepat.

Untuk vaksin dosis pertama, Kota Bandung telah mencapai lebih dari 112 persen.

Sedangkan vaksin dosis dua juga di atas 106 persen. 

"Booster juga terus kita percepat, sekarang sudah 24 persenan," ujar Yana.

Memasuki PPKM level 2, terdapat beberapa relaksasi yang bisa diterapkan kembali di Kota Bandung.

Salah satunya kegiatan pada sektor non-esensial bisa diberlakukan dari 50 persen menjadi maksimal 75 persen work from office (WFO) bagi pegawai yang sudah divaksin dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi. 

Lalu, untuk pasar tradisional, toko kelontong, dan toko-toko besar di Kota Bandung yang menjual kebutuhan pokok, dibatasi jam operasional sampai pukul 21.00 WIB. 

"Di Kota Bandung selama Ramadan ini kami berlakukan toko-toko grosiran bisa aktif buka mulai dari pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Kami juga mengimbau untuk tempat-tempat publik dengan konsisten menerapkan pengecekan PeduliLindungi. Sehingga kita bisa tahu apa status dari para warga yang datang," ujarnya. 

Tempat ibadah, seperti masjid, gereja, pura, vihara dan kelenteng dapat mengadakan kegiatan peribadatan maksimal 75 persen kapasitas dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). 

Kegiatan seni, olahraga, dan hiburan lainnya di area publik diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 75 persen juga.

Tentunya dengan menerapkan prokes dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Hanya pengunjung dengan kategori status hijau yang boleh masuk. 

"Meski sudah landai, tetap ya harus jaga prokesnya. Minimal menggunakan masker dan jaga jarak. Karena penyebaran virus Covid ini meski varian apa pun, caranya tetap sama melalui droplet. Jangan lupa cuci tangan juga dan jaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi," pinta Yana. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved