Sebulan, Ada Dua Kasus Rusapaksa di Kabupaten Bandung yang Berhasil Diungkap Polisi

Sepanjang bulan Maret 2022 ada dua kasus rudapaksa di Kabupaten Bandung. Polisi berhasil mengamankan tiga tersangka.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Lutfi Ahmad Mauludin
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, saat menginterogasi pelaku pencabulan di Mapolresta Bandung, Selasa (4/4/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sepanjang bulan Maret 2022 ada dua kasus rudapaksa di Kabupaten Bandung. Polisi berhasil mengamankan tiga tersangka.

Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo, mengatakan, untuk kejadian pencabulan yang pertama ada dua tersangka, yakni R (24) dan CN (25).

"Kronologinya, pada saat malam hari, korban sedang melintas melihat ada kumpulan anak muda. Kemudian kumpulan anak muda ini mengajak korban untuk jalan-jalan dan akan diajak jajan," kata Kusworo di Mapolresta Bandung, Senin (24/4/2022).

Kusworo mengatakan, setelah anak ini mau diajak jalan, diajaklah minum-minuman keras bersama oleh tersangka. 

"Setelah sudah ada pengaruh alkohol, dibawa lah ke suatu tempat yang ada tempat sekat-sekat kamar. Sehingga dilakukan persetubuhan secara paksa oleh kedua tersangka dan kemudian korban melaporkan kepada pamannya," kata Kusworo.

Kusworo memaparkan, pamannya melaporkan kepada polres.

"Dalam rentang waktu satu setengah hari, tersangka bisa bisa diamankan," tuturnya.

Kusworo mengungkapkan, kasus pencabulan dan persetubuhan di bawah umur yang satunya lagi, berdasarkan informasi, korban kenal dengan tersangka SB alias Mondy (20) melalui aplikasi media sosial.

"Kenalnya kurang lebih lima sampai enam bulan, namun tidak pernah berjumpa. Setelah diajak bertemu, yang bersangkutan oleh tersangka diajak untuk menagih utang," kata Kusworo.

Setelah bisa berjalan berdua antara korban dan tersangak, kata Kusworo, saat itu lah tersangka melakukan perbuatan tidak senonohnya kepada korban. 

"Atas perbuatannya itu oleh tiga orang pelaku persetubuhan dan pencabulan terhadap korban di bawah umur, dikenakan pasal 81-82 Undang-undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, dan hukuman denda senilai Rp 5 miliar," ujarnya.

Kusworo mengimbau kepada warga masyarakat, yang pertama bagi orang tua yang memiliki anak di bawah umur, khususnya wanita, agar dilakukan pengawasan ekstra ketat, sehingga tidak sampai terjadi hal-hal seperti ini.

"Yang kedua, mungkin orang tua bisa lebih komunikatif terhadap anak terkait dengan media sosial yang sedang digemari oleh anak-anak mereka. Sehingga bisa lebih terbuka dan dapat dipantau, siapa-siapa saja teman-teman mereka, yang dalam status teman di media sosialnya," ucapnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved