Ramadan 1443 H
Menjelang Berbuka, Ini Doa Buka Puasa Ramadhan Lengkap dengan Latin dan Artinya serta Tata Caranya
Seluruh umat Muslim mulai melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan 1443, namun seringkali banyak yang lupa tata cara dan juga adab dalam melaksana
TRIBUNNEWS.COM - Seluruh umat Muslim di dunia mulai melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan 1443 H yang bertepatan dengan April 2022 Masehi.
Saat tiba bulan Ramadhan ini seringkali banyak yang lupa tata cara dan juga adab-adab dalam melaksanakan puasa.
Berikut ini bacaan doa berbuka puasa lengkap dengan tata cara sesuai yang dilakukan Rasulullah Saw.
Doa Buka Puasa
Diwartakan Tribunnews.com, berdasarkan keterangan hadis ada dua doa buka puasa yang masyhur di kalangan masyarakat umum.
Baca juga: Bacaan Niat Salat Duha di Bulan Ramadan, Lengkap dengan Tata Cara dan Bacaan Doa Berikut Keutamannya
Doa buka puasa pertama adalah dari hadis Rasulullah yang diriwiyatkan dari Abu Dawud.
Bunyi doanya seperti ini:
ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله
Dzahaba ddhoma'u wabtallatil uruqu watsabbatil ajru insya Allah
Artinya: Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah. Dan insya Allah pahala sudah tetap.
Baca juga: Ingin Khatam Al Quran Selama Satu Bulan Ramadan? Simak Tip-tipnya, One Day One Juz
Doa buka puasa kedua berasal dari hadis Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim yang bunyinya:
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birohmatika yaa arhamar roohimiin
Artinya: "Ya Allah karanaMu aku berpuasa, denganMu aku beriman, kepadaMu aku berserah dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat MU, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih."
Lalu mana yang benar di antara kedua doa tersebut?
Tidak ada yang salah dari dua doa yang sama-sama memiliki riwayat dari hadis Rasulullah SAW.
Sebagian ulama dari Madzhab Imam Syafi'i lalu mengambil jalan tengah dengan menggabungkan dua doa tersebut sehingga doa buka puasa Ramadan menjadi seperti ini:
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله
بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Itulah tentang doa buka puasa Ramadan sesuai dengan apa yang pernah dicontohkan Rasulullah, diriwayatkan oleh para sahabat dan ahli hadist lalu menjadi masyhur di tengah masyarakat.
Tata Cara Berbuka Puasa Rasulullah SAW
Dikutip dari Serambinews.com, Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc membeberkan urutan tata cara berbuka puasa seperti yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW, yakni:
1. Siapkan air putih atau kurma.
Minimal kurma 3 biji atau lebih tapi disunahkan jumlahnya ganjil.
2. Tunggu suara azan magrib dan pastikan itu benar ada azan magrib.
3. Jika telah mendengar azan maka bacalah 'bismillah' kemudian makan kurma tadi baru anda minum air yang Anda sukai.
Tapi jika tidak ada kurma maka hendaknya minum air putih dulu.
4. Setelah makan kurma dan minum air putih maka ucapkan doa berikut:
ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله
Dzahabaz zhomaa-u wabtalatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insyaa Allah
"Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, semoga pahala didapatkan. Insya Allah.” [HR Abu Daud no 2357, Ad Daruquthni no 2/401]
Setelah itu jika Anda ingin doa dengan doa-doa yang lain maka silahkan dan perbanyaklah.
5. Jangan lupa Anda ada kewajiban salat maghrib.
Sebagai informasi, ada beberapa syarat wajib dan sahnya puasa Ramadan.
Baca juga: Ridwan Kamil Terharu Masjid Pusdai Dipenuhi Jemaah Tarawih: Semoga Konsisten hingga Akhir Ramadan
Mengetahui syarat wajib dan sahnya puasa perlu terus diingat agar puasa yang dijalani lebih afdal.
Dikutip dari berbagai sumber kitab fikih seperti Sullamussafinah, Sullamuttaufiq maupun Bidayatul mujtahid wa hidayatul muqtasid, para ulama fikih menerangkan syarat wajib dan sahnya puasa dalam pembahasan tersendiri.
Syarat Sah Puasa
Selain syarat wajib puasa, ulama fikih juga menjelaskan tentang syarat sahnya puasa antara lain:
1. Muslim
2. Berakal
3. Suci dari haid dan nifas, ini khusus bagi perempuan.
Apapun alasannya perempuan yang sedang dalam masa haid atau nifas usai melahirkan tidak diwajibkan berpuasa atau jika berpuasa ibadahnya tidak sah.
4. Di hari yang diperbolehkan
Ada beberapa hari yang diharamkan bagi Muslim menjalankan ibadah puasa, diantaranya 1 Syawal, 10 Dzulhijjah, 11, 12, 13, Dzulhijjah, puasa hari syak, dan wishal.
Orang yang Diwajibkan Puasa (Syarat Wajib Puasa)
1. Muslim
Seluruh umat Islam wajib menjalankan puasa Ramadhan.
Kewajiban ini sama dengan kewajiban bersyahadat, salat lima waktu, membayar zakat atau berhaji bagi yang mampu.
2. Berakal
Berakal di sini adalah seseorang yang tidak sedang mengalami gangguan jiwa atau akal seperti contohnya orang gila.
Orang gila dibebaskan dari khitob orang yang wajib berpuasa.
Baca juga: HARI Pertama Puasa di Sukabumi, Polisi Gedor Rumah Warga saat Sahur lalu Beri Minyak Goreng
3. Baligh
Baligh adalah sesorang yang telah mencapai kedewasaan dengan ketentuan; mengetahui, memahami, serta mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Bagi laki-laki di atas usia 15 tahun atau sudah mimpi basah.
Sementara perempuan di atas usia sembilan tahun atau telah mengalami 'menstruasi'.
(Tribunnews.com/Fajar/Husein Sanusi)(Serambinews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Doa Buka Puasa Ramadhan Lengkap dengan Latin dan Artinya serta Tata Cara Berbuka Puasa,"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ide-ucapan-selamat-berbuka-puasa.jpg)