Rabu, 8 April 2026

Rusia Serang Ukraina

Erdogan Sudah Telepon, Pertemuan Putin dan Zelensky Mungkin Berlangsung di Turki

Makin terbuka peluang terwujudnya pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.

Editor: Hermawan Aksan
Presiden Rusia Vladimir Putin 

TRIBUNJABAR.ID – Makin terbuka peluang terwujudnya pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.

David Arakhamia, Negosiator utama Ukraina dalam pembicaraan damai dengan Rusia, mengatakan pada Sabtu (2/4/2022) bahwa pertemuan antara Presiden Zelensky dan Presiden Putin akan dilakukan dan kemungkinan besar akan berlangsung di Turki.

Akan tetapi, dia mengatakan waktu dan tempat untuk pertemuan belum bisa disampaikan secara pasti.

Kedua belah pihak menggambarkan negosiasi dalam beberapa hari terakhir sebagai hal yang sulit.

Pembicaraan itu merupakan kombinasi dari sesi tatap muka di Turki dan pertemuan virtual.

Menurut Arakhamia, Presiden Turki Tayyip Erdogan telah menelepon Putin dan Zelenskiy pada Jumat (1/4/2022) dan tampaknya mengkonfirmasi bahwa mereka siap untuk mengatur pertemuan dalam waktu dekat.

"Tidak ada tanggal atau tempat yang diketahui, tetapi kami pikir kemungkinan besar akan terjadi di Istanbul atau Ankara," ungkap dia, dilansir dari Reuters, dikutip dari Kompas.com.

Saat diwawacarai televisi Ukraina, Arakhamia juga menyampaikan bahwa Moskwa secara lisan telah menyetujui proposal utama Ukraina.

Hal ini meningkatkan harapan bahwa pembicaraan untuk mengakhiri pertempuran antara kedua negara sedang bergerak maju.

"Federasi Rusia telah memberikan jawaban resmi untuk semua posisi, yaitu bahwa mereka menerima posisi (Ukraina), kecuali untuk masalah Crimea (dianeksasi oleh Rusia pada 2014)," kata Arakhamia, dikutip dari AFP.

Dia mengatakan bahwa sementara tidak ada konfirmasi resmi secara tertulis, di mana pihak Rusia baru mengatakannya secara lisan.

Komentar itu muncul ketika Ukraina mengatakan telah merebut kembali kendali atas seluruh wilayah Kiev.

Arakhamia mengatakan Moskwa telah sepakat dalam pembicaraan bahwa referendum tentang status netral Ukraina akan menjadi satu-satunya jalan keluar dari situasi ini.

Ditanya apa yang akan terjadi jika Ukraina memilih menentang status netral untuk negara itu, Arakhamia menjawab, “Kami akan kembali ke keadaan perang, mungkin, atau kembali ke negosiasi baru."

Kremlin seperti diketahui telah bersikeras menuntut Ukraina mengadopsi status netral. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Peluang Pertemuan Zelensky dan Putin Semakin Terbuka, Kemungkinan di Turki", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/global/read/2022/04/03/082900770/peluang-pertemuan-zelensky-dan-putin-semakin-terbuka-kemungkinan-di-turki?page=all#page2.

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved