Ramadhan Tahun Ini Disebut di Tengah Ironi Karena Terjadi Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Masyarakat

Ramadhan tahun ini diliputi dengan kenaikan sejumlah harga kebutuhan masyarakat. Yang sudah naik salah satunya minyak goreng.

Editor: Mega Nugraha
Pixabay
Niat puasa Ramadhan 

TRIBUNJABAR.ID,BANDUNG- Ramadhan tahun ini diliputi dengan kenaikan sejumlah harga kebutuhan masyarakat. Yang sudah naik salah satunya minyak goreng.

Kondisi ini dianggap Anggota DPR RI Muhammad Farhan sebagai ironi. Di bulan Ramadhan, banyak orang menyambut gembira.

Pasalnya, banyak masyarakat yang memanfaatkan Ramadhan untuk berjualan berbagai makanan. Namun, ironina, harga kebutuhan pokok masyakarat justru mahal.

Tidak hanya itu, dalam waktu dekat direncanakan bakal ada kenaikan harga BBM jenis Pertalite dan LPG 3 Kilogram.

"Harga kepokmas memang menunjukan kenaikan. Harga minyak belum turun lagi. Ada kebahagiaan dan kekhawatiran jelang Ramadhan, yang selalu terjadi. Bahagia karena bulan Ramadhan selalu membahagiakan, tapi khawatir karena kenaikan harga kepokmas meroket," ujar Farhan saat kunjungan kerja ke daerah pemilihan Kota Bandung dan Cimahi.

Anggota Komisi 1 DPR RI Muhammad Farhan saat diwawancara di sela vaksinasi Covid-19 di Karawang, Minggu (25/7/2021)
Anggota Komisi 1 DPR RI Muhammad Farhan saat diwawancara di sela vaksinasi Covid-19 di Karawang, Minggu (25/7/2021) (Tribun Jabar / Cikwan Suwandi)

Menurutnya, ada praktik yang merugikan publik dengan memainkan harga di tengah kondisi masyarakat yang masih sulit.

"Bukan hanya karena kenaikan permintaan tetapi terjadi miss match dengan supply atau pasokan di pasar, sehingga harga-harga meroket," katanya.

Ia berharap Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) bekerja dengan baik dalam mengawasi distribusi barang di Indonesia.

"KPPU agar secara aktif melakukan pengawasan yang nyata terhadap perusahaan - perusahaan yang menguasai produksi, distribusi hingga retails kepokmas. Jangan menunggu gejolak harga dan kelangkaan pasokan kepokmas," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved