TelkomGroup Paparkan Pengembangan Ekosistem Digital di Berbagai Industri pada Expo 2020 Dubai

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menyemarakkan Indonesia Pavilion Expo 2020 Dubai. Dengan mengusung tagline “Welcoming You to South

(Kiri-kanan) Consul for Economic Affair KJRI Dubai UEA Ahmad Saleh Kusnowibowo, Deputy Executive Vice President CX & Digitization Telkom Sri Safitri, dan Executive Vice President Digital Bussiness & Technology Telkom Saiful Hidajat menjadi narasumber dalam acara bertajuk “Welcoming You to South East Asia with Digital Sovereignty” di Business Lounge Indonesia Pavilion Dubai, Rabu (23/3). 

Ragam Inovasi Produk dan Layanan Digital Unggulan TelkomGroup Hadir di Pameran Bertaraf Internasional

TRIBUNJABAR.ID, Jakarta, 31 Maret 2022 – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menyemarakkan Indonesia Pavilion Expo 2020 Dubai. Dengan mengusung tagline “Welcoming You to South East Asia with Digital Sovereignty”, kegiatan kali ini diadakan secara hybrid baik luring dari Business Lounge Indonesia Pavilion maupun daring melalui video conference dan media sosial Telkom Indonesia pada 23-24 Maret 2022.

Dalam rangkaian acara dua hari menampilkan berbagai inovasi digital Telkom maupun anak perusahaan yang terbaru, serta kegiatan Telkom dalam memainkan peran transformasi digital di Asia Tenggara.

Adapun topik yang menjadi pembahasan dalam kegiatan tersebut antara lain adalah ekosistem digital, digitalisasi perikanan dan pertanian, serta investasi startup oleh MDI di Asia Tenggara.

EVP Digital Bussiness & Technology Telkom Saiful Hidajat memaparkan terkait Leap-Telkom Digital, sebuah umbrella brand Telkom dan perannya dalam mengakselerasi transformasi digital di Indonesia kepada para investor dan startup di Dubai Jumat (25/3).
EVP Digital Bussiness & Technology Telkom Saiful Hidajat memaparkan terkait Leap-Telkom Digital, sebuah umbrella brand Telkom dan perannya dalam mengakselerasi transformasi digital di Indonesia kepada para investor dan startup di Dubai Jumat (25/3). ()

Lebih lanjut juga membahas dan menampilkan Telkomsel Indico, transformasi digital Telin serta infrastruktur digital Mitratel. Hadir beragam narasumber di antaranya Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, TB. Haeru Rahayu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian Indonesia, Kodrad Winarno dari Kementerian Pertanian, dan Chairman of APTRINDO (Asosiasi Pengusaha Truk) Indonesia, Dr. Gemilang Tarigan, serta Vice President Wholesale Payment PT Bank Mandiri (Persero), Norman Defryzal. Turut hadir President Director of PT New Priok Container Terminal One (NPCT 1), Takao Omori sebagai salah satu narasumber.

Untuk sesi pertama, Telkom memperkenalkan Logee dengan mengusung tema “From Siloed Logistics to Ecosystem Platform Simplify Digital-Connecting Ecosystem.” Logee bertujuan untuk menjadi Platform Digital Logistik Nasional guna mendukung terwujudnya ekosistem digital dan konektivitas yang lebih sederhana, serta mengambil bagian dalam membangun logistik yang lebih baik untuk Indonesia di era baru perdagangan.

Pada sesi pertama, telah dipaparkan tentang industri logistik di Indonesia yang sangat menjanjikan untuk tumbuh lebih pesat. Beberapa faktor di antaranya adalah meningkatnya kelas menengah yang kemudian dapat meningkatkan pendapatan yang dibelanjakan, penetrasi internet di Indonesia lebih dari 65%, CAGR GMV eCommerce tumbuh lebih dari 80%, dan CAGR layanan logistik terus mencapai pertumbuhan double-digit.

Logee merupakan layanan ekosistem logistik digital milik Telkom yang tepat untuk membuka peluang besar tersebut. Logee menghadirkan solusi digital yang end-to-end, terhubung ke jaringan ekosistem logistik lebih luas, automated digital systems, hingga proses pembiayaan yang fleksibel, aman, dan andal bersama Bank HIMBARA.

Selanjutnya, Telkom memperkenalkan produk Agree dengan mengusung tema “The Digital Era of Agriculture & Fisheries: Connecting the Unconnected,” di mana Agree bertujuan untuk memenuhi prospek memaksimalkan potensi pertanian di Indonesia dan menjawab kebutuhan setiap pemangku kepentingan.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian Kementerian Pertanian Indonesia, Tb Haeru Rahayu mengatakan bahwa akuakultur mempunyai potensi yang sangat besar namun belum dikembangkan secara maksimal. Beliau menjelaskan bahwa digitalisasi mempunyai potensi yang sangat besar dalam menciptakan produksi akuakultur menjadi jauh lebih efektif dan efisien. Kementerian Kelautan dan Perikanan kini berkolaborasi dengan Telkom dalam rangka mengembangkan aquaculture village.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved