Pelanggan PAM Kategori Ini Gratis Sebulan Pakai Air, Bupati Sebut PAM Kuningan Makin Sukses dan Maju

Menghadapi ibadah puasa Ramadhan 1443 Hijriah, manajamen PAM Kuningan memberikan kebebasan kepada pelanggan untuk tidak bayar alias gratis

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNCIREBON.COM/AHMAD RIPAI
Bupati Kuningan Acep Purnama dan Deni Erlanda, Direktur Utama PAM Kuningan (kanan) saat HUT PAM Kuningan ke-34, Jumat (1/4/2022). 

Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai

TRIBUNJABAR,KUNINGAN - Menghadapi ibadah puasa Ramadhan 1443 Hijriah, manajamen Perusahaan Air Minum (PAM) Kuningan memberikan kebebasan kepada pelanggan untuk tidak bayar alias gratis.

"Untuk program gratis pada bulan puasa diberikan kepada pengurus masjid dan musala. Jadi, selama 1 bulan itu kami berikan kebebasan untuk tidak bayar tagihan rekening air," kata Deni Erlanda, Direktur Utama PAM Kuningan saat ditemui di sel-sela perayaan HUT PAM Kuningan ke 34 tahun, Jumat (1/4/2022).

Program gratisan yang diberikan itu sudah tiga tahun berjalan. Jumlah musala atau masjid yang mendapat kebebasan untuk tidak bayar rekening itu ada ratusan yang tersebar di Kuningan.

"Masjid dan musala yang gratis bayar rekening air ada sekitar 300-an tempat ibadah. Jumlah itu tersebar di beberapa daerah di Kuningan," kata Deni yang juga mantan Anggota DPRD Kuningan.

Ia menambahkan, momentum HUT PAM Kuningan digelar secara sederhana. Hal ini merupakan komitmen untuk mencegah penyebaran Covid-19. "Untuk perayaan HUT PAM, kami gelar ala kadarnya. Bupati juga hadir merayakannya," kata Deni.

Di tempat sama, Bupati Kuningan H Acep Purnama, mengatakan, sangat mengapresiasi manajemen PAM di bawah komando Direktur Utama Deni Erlanda. Terlebih dengan capaian target dalam yang dirasakan pemerintah dan masyarakat Kuningan.

"Ya, untuk PAM di bawah pimpinan Kang Deni ini, semoga makin maju. Bisa meningkatnya jumlah PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan perayaan ala kadarnya begini, patut menjadi peningkatan rasa syukur kita," katanya. 

Sekadar informasi, perjalanan selama 34 tahun bukanlah merupakan kurun waktu yang sebentar.

Namun dari pengalaman itu  banyak hal yang dihadapi baik pahit maupun manis dan tidak menutup kemungkinan terdapat banyaknya, suka dan duka yang harus dijalani agar menjadi dewasa dan mandiri.

Berawal dengan terbitnya Keputusan Bupati Kuningan Nomor : 690/444.A-Huk/1988 bertepatan dengan hari Jumat Wage tanggal 1 April 1988 pada bulan Syaban setelah mencapai masa “break event point” sejak didirikan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan Nomor : 02/HK.021.2/II/1983 tanggal 23 Pebruari 1983 sejarah pengelolaan penyediaan air minum di Kabupaten Kuningan sejak tahun 1979 yang semula dikelola oleh Badan Penyelenggaraan Air Minum (BPAM) d ibawah koordinasi Departemen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum beralih status menjadi Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM.

Tidak dapat dimungkiri bahwa perjalanan pengelolaan penyediaan air minum bagi masyarakat di Kabupaten Kuningan tidak seindah dan semudah yang dibayangkan, masa sulit untuk mengembangkan usaha berjalan bergantian dengan masa jaya.

Pada masa awal tahun 1979 masyarakat yang dilayani hanya berjumlah 500 unit sambungan di 3 Ibu Kota Kecamatan, yaitu Kecamatan Kuningan, Kecamatan Luragung dan Kecamatan Mandirancan.

Saat ini sebanyak 60.000 sambungan pelanggan telah terpasang di 22 kecamatan dari 32 kecamatan di Kabupaten Kuningan.

HUT PAM Kuningan ke-34, Jumat (1/4/2022).
HUT PAM Kuningan ke-34, Jumat (1/4/2022). (TRIBUNCIREBON.COM/AHMAD RIPAI)
Halaman
12
Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved