Berbekal Surat dari UPTD Pertanian, 4 Orang Salahgunakan Pembelian Solar, Sudah Beraksi 25 Tahun

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah mengatakan, petugas SPBU berinisial TF ditangkap bersama tersangka lain yang diduga menyalahgunakan solar

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/M RIZAL JALALUDIN
Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah memeriksa barang bukti ratusan liter solar yang disalahgunakan oknum petugas SPBU dan tersangka lain, Jumat (1/4/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Polisi melakukan penangkapan terhadap petugas SPBU yang ada di wilayah Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah mengatakan, petugas SPBU berinisial TF ditangkap bersama tiga tersangka lainnya, yakni berinisial Y, J daj HJD.

Para tersangka itu ditangkap karena melakukan penyalahgunaan BBM jenis solar, dimana mereka mempunyai lebih dari satu surat rekomendasi (Rekom) UPTD Pertanian untuk pembelian BBM, padahal mereka bukan petani.

"Empat orang tersangka tersebut inisial TF sebagai petugas SPBU di Purabaya, yang mana yang bersangkutan memiliki surat rekom UPTD Pertanian Purabaya sebanyak 3 lembar, tersangka kedua Y, J dan HJD yang mempunyai 4 surat rekom dari UPTD Pertanian Purabaya," ujarnya di Polres Sukabumi, Jumat (1/4/2022).

"HJD diketahui menyalahgunakan BBM jenis solar sebanyak 340 liter yang dikemas menggunakan jerigen diangkut menggunakan kendaraan jenis colt terbuka. Sedangkan tersangka J dan Y menyalahgunakan BBM jenis solar di SPBU Purabaya dengan menggunakan surat rekomendasi dari UPTD Pertanian wilayah Jampangtengah, jumlah 420 liter dikemas dalam 12 jerigen," ujarnya.

Dedy menjelaskan, para tersangka menjual kembali solar tersebut dengan keuntungan sekitar Rp 1.000 per liter. Ia mengatakan, solar dibeli di SPBU dengan harga Rp 5.000 per liter dan dijual seharga Rp 6.000.

Diketahui, tersangka HJD telah menjalankan aksinya itu sekitar 25 tahun.

Saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman karena surat rekomendasi bisa dikeluarkan kepada petugas SPBU.

"Kami masih melakukan pendalaman bagaimana surat dari Dinas Pertanian ini bisa keluar kepada petugas SPBU dan kepada HJD dan dia bisa membawa 4 surat tersebut," katanya.

Akibat perbuatannya, empat orang tersangka itu disangkakan pasal 55 UU RI nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi dan telah diubah dengan UU RI Nomor 11 tahun 2020, tentang Cipta Kerja dan atau Pasal 56 KUHPidana.

"Serta turut membantu penyalahgunaan niaga atau angkut BBM, ancaman hukuman 6 tahun," kata Dedy. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved